Home

Saya rasa kita semua hampir sepakat bahwa salah satu keterampilan dasar yang harus kita miliki adalah kemampuan berkomunikasi. Sejak kita kecil, menginjak remaja, maupun setelah menjadi dewasa dan hingga menjadi tua kita selalu berkomunikasi. Di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di keramaian, semuanya membutuhkan komunikasi. Orang mengerti apa yang kita inginkan, dan kita bisa mengutarakan isi hati kita lewat komunikasi. Every single seconds is a communication. Setiap detik yang kita lalui adalah komunikasi. Ketika kita berbicara dengan hati kita, dengan pikiran kita, dengan orang lain, kita sedang berkomunikasi.

Presenting Majlis Ta'lim Esia during Buka Puasa Bersama BTEL

Presenting Majlis Ta'lim Esia during Buka Puasa Bersama BTEL

Lewat tulisan, ungkapan verbal, ekspresi gerak, gambar yang kita buat, raut wajah , senyum, kerutan dahi, tarikan nafas, semuanya adalah komunikasi.

Saya suka menulis, misalnya lewat blog seperti ini. Cukup mudah sebenarnya menulis, karena kita hanya berbicara dengan hati dan pikiran kita, dengan diri kita sendiri. Apa yang kita tulis adalah apa yang sebenarnya kita rasakan dan kita pikirkan. Istri saya bisa tahu kondisi saya lewat gerak wajah saya, sedang suntuk, gembira, bisa terlihat. Kadangkala saya tidak bisa mengontrol ekspresi saya, karena sebagian besar gerakan fisik kita digerakkan oleh otak bawah sadar kita. Itulah kenapa, mulut kita bisa berbohong, tapi tubuh kita tidak bisa. Karena mulut biasanya digerakkan oleh otak sadar, sementara ekspresi fisik dan gestur tubuh kita sebenarnya sebagian besar digerakkan oleh otak bawah sadar kita. Ini juga tips agar para marketer, para sales bisa lebih sukses memasarkan produknya. Perpaduan antara ungkapan verbal dan ekspresi tubuh.

Public speaking, tidak seperti menulis dan ekspresi tubuh. Berbicara di depan umum seringkali jauh lebih sulit. Banyak orang memiliki ketakutan untuk tampil di depan umum. Seringkali nervous. Tadinya saya percaya bahwa saya tidak akan nervous ketika berbicara didepan umum, toh saya sering berbicara di depan team saya, dan seringkali pula saya memberikan training kepada para agent CRM atau Gerai. Saya baru menyadari saya bisa nervous ketika berbicara didepan umum pada acara acara di bawah :

  • Ketika saya harus mempresentasikan visi misi dan strategi saya jika menjadi GM di tahun 2007, waktu itu saya masih Manager. Berbicara di depan senior management ternyata membuat saya sedikit grogi. Beruntung grogi saya tidak berlangsung lama karena saya bisa segera berkonsentrasi pada materi presentasi yang saya sudah siapkan sebelumnya dan bisa berimprovisasi dengan pengalaman di lapangan. Saya belajar bahwa materi presentasi yang bagus akan membantu meningkatkan rasa percara diri, dan pengalaman di lapangan adalah segalanya. Sejak saat itu saya selalu melakukan persiapan ekstra jika akan tampil di depan umum. Salah satunya adalah menyiapkan materi presentasi yang bagus dari sisi materi dan design.
  • Ketika saya menjadi speaker di acara Asia Pacific Revenue Assurance dan Billing Management di Singapore, lagi lagi saya nervous, saya hanya membayangkan bahwa saya sudah melalui acara tersebut. Bagaimana tidak nervous, audience nya adalah para praktisi dunia telekomunikasi dari berbagai negara di asia pasific, para managers, VP, bahkan CEO. Dan saya harus present all in english, belum lagi ketika saya menjadi panelis. Oh God, saya hanya membayangkan bahwa saya telah melewatinya :), alhamdulillah, lagi lagi persiapan materi, pengalaman di lapangan dan kepercayaan diri membuat saya bisa melewati 3 menit pertama rasa grogi 🙂
  • Ketika harus membedah sebuah buku yang berjudul “It’s not the big that eat the small, it’s the fast that eat the slow”, saya berbicara didepan audience yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan jabatan. Dan saya harus berbicara tentang sesuatu yang bukan area expertise saya. Saya tidak bisa lagi mengandalkan pengalaman secara utuh. Alhasil, satu minggu sebelum acara, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bolak balik melihat dan membaca buku yang harus saya bedah. 1 minggu lamanya saya mengamati dan menelaah buku yang akan saya bedah, dan saya juga menamatkan sebuah buku karya larry king yang judulnya “seni berbicara di depan umum”.  Firt 3 minutes, saya grogi, tapi saya tahu triknya, saya share saja kondisi saya yang grogi, saya jelaskan dengan terus terang bahwa saya sedang grogi, karena saya baru pertama kali membedah buku, saya baru pertama kali berbicara sesuatu yang diluar area expertise saya, dan saya nervous karena audiencenya berasal dari latar belakang keilmuan dan jabatan yang berbeda. Tentu masing masing akan membawa perspektif masing masing. Sesuatu yang sangat chalanging untuk saya hadapi. Tapi alhamdulillah saya bisa melaluinya dan justru membuat saya serasa telah memenangkan sebuah pertempuran batin yang luar biasa. Saya bisa melaluinya, saya bisa menaklukannya.
  • Ketika saya harus berbicara mewakili Majlis Ta’lim Esia, berbicara di depan Wartawan dan salah satu Direktur adalah pengalaman pertama saya, again, saya punya 3 menit pertama yang membuat saya grogi. Beruntung, saya sudah menyiapkan pointers untuk mengguide saya tentang apa yang saya harus ucapkan. Pointers adalah outline dan run down tema yang harus saya sampaikan, saya print di sebuah kertas berukuran 5×10 cm. Jadi sambil melihat pointer saya bisa melakukan relaksasi dan menghilangkan rasa grogi yang ada. POINTER adalah penolong saya, dan menjadi tips yang bagus jika anda berbicara di depan umum tanpa presentasi 🙂
  • Ketika saya harus berbicara, lagi lagi mewakili Majlis Ta’lim Esia di hadapan Pak Anindya Bakrie, Direktur Utama BTEL, Board of Director, Executive VP dan karyawan Bakrie Telecom. Biasanya mereka mengenal saya sebagai GM IT Business System Support. Tapi kali ini saya berbicara sebagai Ketua Ma’lis Ta’lim. Luar biasa. Membuat nervous. Tapi saya punya 3 tips yang membuat saya bisa melalui 3 menit pertama saya yang nervous. Tentu saja Materi presentasi yang saya kerjakan betul betul sampai saya harus begadang, sampai istri saya heran kenapa saya lama sekali menyiapkan presentasi itu dan “tidak bergeming dengan godaannya yang nakal dan mengundang”. Alhamdulillah, materi presentasi baik dari sisi content maupun design membuat saya cukup comfort, confidence dan excited. Tips kedua, saya menyiapkan pointer, pointer ini berisi apa apa saja yang harus saya sampaikan sebelum saya masuk ke presentasi. Dan yang ketiga, tentu saja beberapa pengalaman berinteraksi dan bekerja bersama sama rekan rekan majlis ta’lim bisa membuat saya lebih kreative dalam melakukan improvisasi.

Entah nanti public speaking apa lagi yang membuat saya akan berhadapan lagi dengan 3 minutes nervous itu 🙂 tapi saya yakin, saya bisa terus melaluinya. Materi presentasi yang bagus, pengalaman, pointer, keinginan yang kuat untuk menaklukkan sebuah rintanan adalah tips yang saya rasa akan sangat membantu. Memang tidak ada sesuatu yang sempurna, tapi kita bisa terus memperbaiki yang kurang. Satu hal yang membuat saya selalu berani berbicara adalah karena saya menganggapnya sebagai sebuah OPPORTUNITY, bukan sebuah beban. Public Speaking ? siapa takut !!

Advertisements

5 thoughts on “Public Speaking

  1. kalo seni mengajar di kelas biar tidak grogi bagaimana pak? thanks

    Kalau di kelas seharusnya lebih mudah ya, asalkan :
    1. Kita sudah mempersiapkan semua materi dengan baik
    2. Ajak murid untuk berpikir dan berdiskusi, sehingga suasana lebih cair
    3. Sebut nama nama murid ketika berdiskusi atau diminta mengutarakan pendapat, sehingga kita lebih dekat dengan mereka

  2. wah … tips yang sangat menarik pak …
    terkadang kalau sedang public speaking, saya lebih sibuk untuk mengatasi rasa grogi tersebut, sampai2 materi pembicaraan yang akan disampaikan dan telah disusun rapi tiba2 lenyap dan blank, ada saran tambahan pak ?

  3. Wah berbagi pengalaman yang dahsyat mas Hil. Semenjak kita selesai mengikuti training for trainer, saya menerapkan nya membuat presentasi kepada team saya. Tapi saya belum mendapatkan kesempatan nih untuk mendapatkan kesempatan hal yg lebih besar. I hope that.

    terus berbagi ilmu dan pengalaman mas Hil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s