Home

“Lunch” bareng kandidat RI-2.
Photo by Adyahrachman Herdian & Dhino Kartika

ri22Minggu, 12 July 2009, menjadi salah satu moment yang berharga bagi rekan rekan IT. Berlangsung dari jam 11.15 sampai jam 14.00, team IT berkesempatan untuk berbincang bincang sekaligus makan siang bersama kandidat RI-2 Pak Boediono di kediaman putra keduanya, Dios Kurniawan, yang juga Manager Enterprise Information Support di Bakrie Telecom.

Acara yang dikemas dengan sederhana namun penuh makna dimulai dengan sambutan dari VP IT, Bapak Djatnika. Dalam sambutannya, Pak Djatnika menyatakan rasa terimakasih atas waktu yang telah diluangkan oleh Pak Boediono. Sebenarnya, rencana untuk bertatap muka dengan Pak Boediono sudah direncanakan jauh jauh hari sebelumnya ketika Pak Boediono masih menjabat sebagai pemegang otoritas moneter tertinggi yaitu Gubernur BI, begitu pak Djatnika menyampaikan. Diharapkan dengan adanya tatap muka ini, rekan rekan IT bisa menggali manfaat dari perjalanan Pak Boediono dalam menapaki karir professional nya hingga sampai pada tahap yang gemilang saat ini.

Selanjutnya, Pak Boediono menyampaikan pesan tentang bagaimana  filosofi hidupnya dalam menjalani karir professionalnya. Menurut beliau, ada 4 hal yang harus kita jadikan pegangan agar kita bisa berhasil dalam karir professional kita. 4 hal tersebut adalah :

  1. Be Good Person. Kita harus menjadi orang yang baik dahulu jika ingin mencapai karir professional yang baik. Menjadi orang baik is to become a fair person. Menjadi orang yang baik itu adalah menjadi orang yang Adil. Atau orang yang bisa menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya. Adil terhadap diri sendiri, adil terhadap Tuhan, dan adil terhadap lingkungan kita (misalnya tempat kita bekerja). Ketika kita sudah bisa adil, sudah bisa menempatkan segala sesuatunya dengan tepat, maka secara otomatis hal hal yang akan kita jalankan dan kita lakukan akan selalu menjadi baik.
  2. Trust Worthy, artinya bisa dipercaya. Ini adalah syarat kedua. Integritas dan reputasi adalah hal yang sangat penting. Kepercayaan orang kepada kita menjadi I kunci keberhasilan karir kita. Tanpa kepercayaan, tanpa integritas, maka kita akan mengalami kesulitan dalam menapaki karir kita. Kepercayaan dari atasan kita, kepercayaan dari bawahan, dari rekan kerja dan dari masyarakat adalah modal utama yang harus kita miliki untuk menapaki karir yang lebih tinggi.
  3. Open Minded. Berpikiran terbuka. Jika kita ingin maju, maka kita tidak boleh arogan dan menganggap hanya diri kitalah yang benar, sehingga kita menutup diri dari dunia luar. Kita harus terbuka terhadap pemikiran apapun, sehingga wawasan kita menjadi lebih luas dan kita bisa memahami apapun dengan lebih baik dan menyeluruh.
  4. Keep Learning. Belajar adalah long live experience (pengalaman seumur hidup),  artinya proses belajar adalah proses yang tidak boleh berhenti. Kita bisa belajar dari manapun, dari siapapun dan di manapun. Kita bisa belajar dari alam, dari binatang,tumbuhan, dari orang yang kehidupannya lebih baik, maupun dari orang yang kita anggap kehidupannya tidak lebih baik dari kita.

ri21Dalam sesi tanya jawab, ada beberapa hal yang dikemukakan oleh Pak Boediono yang sangat penting bagi kehidupan kita, bahwa kita tidak boleh menyerah, tidak boleh merasa “mentok(tidak ada jalan keluar)” , kita harus tetap berusaha sebaik dan semaksimal kemampuan kita. Ada kalanya kita tidak bisa menolak arus besar yang datang kehadapan kita, sehingga kita harus mengikutinya. Ajakan Pak SBY untuk memilih Pak Boediono sebagai Wakil Presiden menurut Pak Boediono adalah salah satu contoh arus besar, di mana beliau merasa bisa berkontribusi lebih banyak daripada “hanya sekedar” menjadi Gubernur BI. Ini adalah arus besar yang harus beliau ikuti. Selain arus besar, tentu saja ada arus arus kecil yang kita bisa menolak, mengolah maupun melawannya. Kadangkala kita dihadapkan pada pilihan pilihan sulit. Di mana tidak ada yang kita rasa baik dari pilihan yang ada. Semuanya adalah pilihan buruk dan mengandung resiko. Namun dari semua pilihan itu, kita masih bisa memilih pilihan yang terbaik diantara yang buruk. Yang paling kecil resikonya.  Dengan begitu, kita tetap bisa melanjutkan kehidupan kita. Hidup adalah rangkaian masalah dan sesuatu yang biasa dalam kehidupan kita. Pak Boediono menyebutkan salah satu masalah terberat yang pernah dihadapi dalam karirnya adalah ketika Indonesia terkena resesi pada tahun 1997-1998, yang berakibat pada dilikuidasinya 16 bank. Namun, seberat apapun masalahnya, pasti ada jalan keluarnya.

Ketika ditanya mengenai perbedaan cara pandang dan lingkungan antara dunia pemerintahan dan politik yang akan dihadapinya, Pak Boediono meyakinkan bahwa segala sesuatu bisa dipelajari dan diadaptasi. Bahwa jika kita mau, kita semua pasti bisa.

Kurang lebih 1 jam diskusi bersama Pak Boediono ini berlangsung, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Dani Buldansyah. Deputi Direktur Network Bakrie Telecom. Dalam sambutannya Pak Dani berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pak Boediono kepada rekan rekan IT. Dan beliau berharap kesempatan ini bisa dilakukan lagi di masa yang akan datang.

Melihat sosok dan pemikirannya dalam kesempatan ramah tamah dan makan siang ini seolah melihat sisi lain seorang Boediono. Kesederhanaan dan kebersahajaan serta pemaparannya yang lugas tentang nilai nilai kebaikan yang universal  membuatnya terlihat seperti Stephen Covey atau Jalaludin Rakhmat (HA/ZA/DK/YL/DY)

Advertisements

One thought on ““Lunch” bareng kandidat RI-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s