Home

“bodoh itu pintar” — uknown

Pagi itu, ketika saya baru sampai di halaman kantor, saya melihat 2 orang rekan yang sedang sarapan. Ah , saya jadi tiba tiba sangat interest untuk sarapan juga bersama mereka, bukan apa apa, yang satu Manager Training dari HRD, satu lagi specialis Tax dan punya banyak cerita tentang leadership, enterpreneur, managerial, religion etc untuk didengarkan. Saya pikir saya akan dapat lecture gratis dan memuaskan serta very usefull . Saya segera bergabung dengan mereka. Prinsip saya sederhana, be interested on the topic, dan kalau saya berusaha untuk interest, i will be interesting !

Tipsnya mudah, saya hanya membuka sebuah pertanyaan, dan mendengarkan dengan sepenuh hati, sincerelly interested and listening on what he said, dan menyambung dengan pertanyaan lain yang timbul dari curiosity dan kebodohan serta ketidak tahuan saya. Saya yakin, pertanyaan bodoh akan mendapatkan jawaban pintar–smart answer– dari orang orang tersebut

Misalnya, “kenapa sih masih jadi karyawan? tidak coba bikin usaha sendiri ? saya pikir bapak sudah layak untuk memimpin sebuah perusahaan dan berusaha sendiri” , “Apa sih yang dimaksud mental karyawan ?”, “sudah punya usaha sampingan belum” , bla bla bla

Dan saya tidak perlu banyak banyak bercerita, saya yang jadinya menimba banyak ilmu.Itu tips sederhana untuk belajar di mana saja, kapan saja dan dari mana saja. Listen more, be curious, sincerelly pay attention and listen.

Satu tips sederhana juga yang saya dapat entah dari buku apa saya lupa, “bodoh itu pintar”, mungkin maksudnya Jangan SOK pintar, dan dengan menjadi bodoh, selalu bertanya, kita akan semakin mendapatkan banyak hal. Semakin kita sok pintar, semakin kita kehilangan opportunity untuk belajar dan tumbuh.

Lihatlah anak kecil, betapa takjubnya mereka jika menemukan benda benda baru, mereka akan melihat dengan mata terbuka lebar, menggigit mungkin untuk mencari tahu rasanya, mencicipi untuk tahu rasanya, melempar dan sebagainya. Itu juga alasan istri saya membiarkan Dimas sering bereksplorasi dengan boneka, atau icha yang suka main bola juga, hanya dengan persepsi dan paradigma bahwa anak itu ingin mengetahui segala sesuatu, exploration on top of curiosityΒ .Β 

Selain itu juga, dengan banyak mendengar, banyak bertanya , bisa menjadi komparasi, justifikasi dan tambahan input untuk pemikiran yang sudah kita miliki sebelumnya.Β 

Bodoh itu pintar …

Advertisements

9 thoughts on “bodoh itu pintar ..

  1. rojulun laa yadri wa huwa yadri annahu laa yadri… kalau salah kutip langsung diralat ya Mas…
    susah emang jadi orang sok bodho ning dadi pinter. yang banyak adalah sok pinter ning bodho tenan. sampai narsis gitu ya….
    saya mesti banyak belajar nih dari Mas Hilal.

    [Hilal]
    Kita sama sama belajar nih mas …

  2. gimana kalau sudah pintar membodohi orang lain. πŸ™‚
    asalnya bodoh dulu, hehehe

    salam kenal mas,

    [Hilal]
    Ya itu nantinya akan terkait ke kecerdasan emosi nya, kalau setelah cerdas secara logika, skill dan knowledge kemudian secara attitude dia melakukan something yang seharusnya tidak dilakukan, berarti dia tidak cerdas secara emosi dan spiritual πŸ™‚ , salam kenal juga ya mas Agus

  3. “Lihatlah anak kecil, betapa takjubnya mereka jika menemukan benda benda baru”
    Saya senang sekali dengan kalimat ini…
    Rasa keingin tauhan akan sesuatu hal membuat kita menjadi pintar,
    Bodoh itu pinter, kalimat yang singkat tapi mempunyai arti luas, tergantung presepsi dari kitanya masing-masing
    Bener enggak kira-kira ya πŸ™‚

    [Hilal]
    Benar mas, itu ketakjuban mereka,curiosity dan keep asking menjadi salah satu kunci kenapa mereka bisa belajar dengan cepat.

  4. Yang pentin kalo sudah pinter jangan membodohi orang yang belum pintar, itu saja cukup. Kalau mau amalkan kepintaran kita biar lebioh pintar. Deal?

    [Hilal]
    Absolutely agree Kang πŸ™‚

  5. menarik sekali tulisan ini, mungkin bodoh itu pintar masuk dalam kategori bodoh yang diberkati, sehingga disebut bodoh itu pintar πŸ™‚

    [Hilal]
    Wah πŸ™‚ istilah baru lagi nih dari pak Bayhaki πŸ™‚

  6. Rasanya, semakin saya tahu banyak tentang suatu obyek, semakin saya bodoh.

    [Hilal]
    Ya , semakin kita tahu, semakin kita tidak tahu πŸ™‚ karena semakin luas wacana kita

  7. saya setuju ini “banyak mendengar, banyak bertanya, bisa menjadi komparasi, justifikasi dan tambahan input untuk pemikiran yang sudah kita miliki sebelumnya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s