Home

Siang itu hujan sangat deras, garis air hampir sampai di lutut orang dewasa, tapi saya tetap minta untuk pergi ke sekolah. Ayah saya melarang karena banjir, tapi saya tetap memaksanya. Saya masih TK ketika itu, akhirnya Ayah mengantar saya naik becak. Di jalan, ayah saya berkata “Banjir banjir begini sekolah, awas ya kalau besar tidak jadi orang pintar”

Kata kata itu yang terus terngiang ngiang dan terus menjadi spirit bagi saya, ketika saya bersekolah, prestasi juara kelas di SD dan SMP selalu saya raih . Dan terus menjadi spirit saya hingga saat ini

Ayah saya yang mengajari saya menggambar, yang paling saya ingat adalah bagaimana ia mengajari saya bagaimana menggambar rumah yang benar, supaya tidak seperti kuburan katanya.

Ayah saya yang mengajari saya menali sepatu, sehingga saya menjadi juara 2 dalam lomba tali menali sepatu ketika memperingati hari kemerdekaan.

Ayah yang selalu membawakan saya majalah Kuncup, membawakan saya buku buku untuk membantu saya belajar.

Ayah yang mengajarkan tentang sebuah kebebasan yang bertanggung jawab, yang tidak pernah marah pada anak anaknya kecuali sangat kelewatan, ayah yang begitu sabar, yang begitu mencintai istri, anak dan cucunya.

Sabtu kemarin Ayah pergi, meninggalkan kami, menemui Rabbnya. 3 hari sebelum pergi, Ayah masih menanyakan persiapan pernikahan adik saya si bungsu yang akan menikah, menyuruhnya membeli sepatu baru, dan tidak menggunakan sepatu lama untuk pernikahan, masih menanyakan apakah cocktail dan catering sudah siap. Pesannya begitu jelas, apapun yang terjadi pada dirinya, pernikahan harus tetap dilangsungkan, bahkan Ayah berkata bahwa gaji ke-13 nya akan digunakan untuk merenovasi rumah pengantin.

Jam 6.30 ba’da maghrib, ketika sang pengantin bersiap pergi dan berpamitan untuk acara pernikahan, setelah ayahanda pergi, sang pengantin menangis, hari paling bersejarah dalam hidupnya, hari dimana kebahagiaan itu seharusnya adalah miliknya, berubah, Ayahandanya pergi, si bungsu yang selama ayahanda sakit selalu merawat, membopong ayah yang tidak kuat berjalan hanya bisa berkata : “jangan pindahkan jenasahnya dari tempat tidur, biar saya yang mengangkatnya ketika saya selesai dari acara pernikahan nanti”.

Di tempat pernikahan, Si bungsu dan Ibu melayani tamu tamu yang hadir, dalam kepedihan yang begitu sangat, karena sang Ayah telah tiada, tepat ketika sang pengantin menikah. Tamu tamu yang hadir, begitu mengetahui sang Ayah pengantin telah tiada, tak kuasa menyantap catering yang sudah disediakan, mereka pun tidak berlama lama di tempat resepsi pernikahan, tapi menuju rumah duka.

Selamat jalan Ayah, ayahanda telah menyelesaikan semuanya, telah menikahkan semua anak anaknya.
Di pekuburan, ketika semua pelayat telah pergi, saya bersaksi pada yang maha Kuasa, bahwa Ayah telah menunaikan tugasnya dengan baik sebagai Ayah, yang begitu melindungi istrinya, yang merawat dan membimbing kami.

Ayah, yang seminggu sebelum sakit, masih pergi ke jakarta menemui saya, untuk mengantarkan pembantu baru saya. Saya bersaksi pada yang maha Kuasa, bahwa Ayah , buat saya adalah ayah yang telah menunaikan tugasnya, semoga Tuhan menjadikan kesaksian saya sebagai peringan hisabnya.

Selamat jalan Abi … Abi adalah pahlawan, buat saya ….

Advertisements

12 thoughts on “selamat jalan …

  1. Pingback: Yudhi Aprianto Desktop » Blog Archive » Tiada yang kekal di dunia ini

  2. Pingback: Ikatan Alumni SMK Telekomunikasi Malang » Blog Archive » Tiada yang kekal di dunia ini

  3. semoga kesalahannya mendapat ampunan dan amal baiknya diterima oleh Allah SWT. turut berta’ziah oni & dian.

    [Hilal]
    Terimakasih Mas Oni, aamiin

  4. Inna lillahi Wainna I Laihi Rojiun,
    Ikut berbela sungkawa atas berpulangnya Ayahandamu.
    Semoga amal baik selalu menyertainya …….
    Aku pernah ketemu dengan beliau…waktu kita sekost dan beliau orang yang baik. Semoga…….

    Eko Nurhadi
    Ank. 2 kelas C

    [Hilal]
    Thanks Mas Eko … waktu itu aku ketemu sama sampeyan pas ngerokok !!

  5. Inna lillahi Wainna Ilaihi Rojiun
    Selamat jalan Abi….,
    Bondowoso – Malang selalu mengingatkanku padamu Abi. Banyak tauladan yg engkau berikan.
    Semoga Abi mendapat tempat yg terbaik di Sisi Nya..Amien

    [Hilal]
    Thanks alot Bro Tubir .. aamiin

  6. Subhanallah…
    Sebuah ibrah yang kudapat hari ini.
    Tentang arti penting seorang Ayah…

    Innalillahi wa inna Ilaihi Rojiun
    Berbahagialah para keluarga yang ditinggalkan
    karena pernah memiliki seorang tauladan yang luar biasa dalam hidupnya

    [Hilal]
    Terimakasih Ibu Yeni, semoga ibrah yang bisa diambil bermanfaat, aamiin allahumma aamiin, terimakasih untuk doanya ya, really appreciate it

  7. Mas Hilal, maaf, saya baru hari ini membaca tulisan ini. Semoga Ayah anda, mendapat tempat yang terbaik disisiNya, dan anda sekeluarga tabah dan sabar atas kehilangan besar ini.

    [Hilal]
    Terimakasih Ibu Yoga, aamiin, aamiin

  8. makasih infonya yah…sangat bermanfaat banget bagi saya khususnya….makin nambah ilmu baru yang bisa saya ambil..sukses selalu dan salam hangat dari blogger newbie

    regard : laguterbaru.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s