Home

“Stay away from my head, i dont need you now !!, i will call you when i need you, that’s it !!” — hilal achmad —

Katakan itu pada sang kritikus di kepala anda, teman kecil anda yang selalu menyertai anda kemana saja dan kapan saja. Kita membutuhkan si kecil itu , tapi pada beberapa hal, kita harus membungkamnya dalam kamar yang gelap !!

“Siapa dia ? “,
“Kenapa harus dibungkam ? “,
“Kapan harus disingkirkan ? ”

Apakah pertanyaan di atas muncul di kepala anda ketika membaca tulisan ini ?

Aha ? itulah si kecil yang saya maksud ..
Ketika anda membaca blog saya, sembari membaca, pasti ada suara suara di kepala anda, yang bertanya ini dan itu, yang mengiyakan dan menolak, sambil anda membaca, si kecil itu sibuk “berbisik” pada anda.

Begitulah juga ketika kita menulis sesuatu, si kecil itu sibuk berbisik di kepala kita, bahwa tulisan kita bahasanya kurang bagus, sepertinya tidak layak tayang, ejaannya salah, kosakatanya tidak baku dan sebagainya. Dan hasilnya ? seringkali ketika kita menulis, kita harus menekan backspace , delete, mencoret, merobek kertas dan membuangnya ke tempat sampah !!

Itu terjadi karena ketika kita menulis, si kecil sang pengkritik itu hadir bersama kita. Bukannya saya bilang tidak perlu, tapi tidurkanlah dulu si kecil itu di tempat tidur, bungkam mulutnya, dan mulailah menulis lepas, tanpa si kritikus kecil itu, anda sudah besar, tidak perlu takut sendirian. Si kecil akan kita bangunkan dan akan kita panggil pada saat nya.

Ketika kita ingin menulis, tulislah apa saja dulu, lepas, mengalir, tidak perlu editing, tidak perlu berpikir bagus atau tidak, salah atau benar. TULIS SAJA !!!!, biarkan diri anda menulis apa yang terlintas di otak anda.

Begitu selesai dengan menulis lepas, barulah evaluasi dengan segera membangunkan teman kecil anda, mengeluarkannya dari kamar gelap dan mintalah pendapatnya untuk mengedit tulisan anda . Tulis ulang kalimat yang salah, benarkan ejaanya, perbaiki gaya penulisannya, gunakan kosakata yang lebih sederhana, potong tulisan yang tidak bermanfaat. Atur urutannya jika terbalik dan lain sebagainya. Itulah gunanya si kecil pengkritik atau si kecil sang editor itu.

Si kecil sang pengkritik hanya boleh ada di bagian kedua tulisan kita. Hanya dibutuhkan untuk penulisan ulang saja !!, tidak untuk ketika kita baru mulai menulis !!

Nah mari kita coba, saya akan menulis sesuatu yang merupakan tulisan langsung tanpa edit. Saya akan menulis selama 60 detik tanpa berhenti. Just writing. Dan saya akan melakukan editing bersama teman kecil pengkritik saya di bagian kedua, sebagai bentuk penulisan ulang.

Passion
Nothing in this world had been accomplished without passion.
Passion adalah hasrat yang harus kita meiliki ketika kita ingin melakukan sesuatru. Tidak ada aang yang bisa kita lakukan jika kita tidak memiliki hasrat di dalamnya. Hasrat membuat kita membuat segala sesuatu dengan penuh penghayatan. Penuh kecintaan. Kita tidak seperti robot yang harus mengerjakan sesuatu tanpa rasa

Itu hasil tulisan 1 menit saya tanpa editing. tanpa ditemani si kecil kritikus saya itu, tanpa ditemani sang editor.

Nah, sekarang saya akan memanggil teman saya sang pengkritik itu, sang editor itu, untuk mengedit dan menulis ulang . Ini hasilnya

Passion
“Nothing in this world had been accomplished without passion”
Passion adalah hasrat besar yang harus kita miliki ketika kita memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu. Tidak ada yang yang bisa kita lakukan dengan baik dan benar serta memuaskan jika kita tidak memiliki hasrat di dalamnya. Hasrat membuat kita membuat segala sesuatu dengan penuh penghayatan dan ketekunan. Kita tidak seperti robot yang harus mengerjakan sesuatu tanpa rasa dan citarasa.

Lihat !, saya menghapus beberapa kata, menambahkan beberapa kata, memberikan tanda baca dan membubuhkan cita rasa baru dalam penampilannya.

Menurut Joe Vitale dalam hypnotic writing, tidak ada yang namanya tulisan, yang ada itu hanyalah penulisan ulang. Artinya, kita memang butuh si teman kecil kritikus dan editor, tapi hanya dibutuhkan untuk penulisan ulang. Penulisan pertama hanya butuh diri kita sendiri, sang expertise, untuk menuangkan ide ide kita secara lugas dan mengalir. Begitu aliran ide itu selesai, barulah kita lakukan editing. Mengatur penempatan tulisan, ejaan , kosakata dan sebagainya.

Nah, selamat menulis !!! Dan jangan lupa untuk menidurkan teman kritikus anda ketika anda menuangkan ide, panggil teman kecil anda ketika anda memerlukannya di bagian penulisan ulang !!

Advertisements

3 thoughts on “Mari singkirkan sang pengkritik tulisan

  1. Wah…bener juga.Bagus banget artikelnya.

    Pantesen dari dulu saya gk bisa nulis sesuatu dengan benar dan nyaman.

    Jadi pengen langsung praktekin :-D.

    Ayo pak hilal tulis tips2 yang lain lagi.

  2. memang benar begitu anda, saya juga sering merasakan hal demikian, tapi meskipun begitu saya selalu berusaha mengalahkan si “diri” kemudian menbangunkan lagi si “diri” untuk pekerjaan terakhir. very nice Pak Hilal cerita pribadinya ini. 🙂

    [Hilal]
    Benar, si “diri” harus keluar sesuai jam tayang yang benar pak 🙂 persis seperti pemadam kebakaran yang hanya akan efektif jika bisa memadamkan api tepat pada waktunya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s