Home

Shenzhen

Shenzhen

Senin, 27 October 2008. Jam 9.15, Cathay Pacific CX 718 membawa saya membelah langit Jakarta menuju Hongkong. 4 jam 20 menit dalam pesawat, cukup panjang untuk menghabiskan separuh buku “Hypnotic Writing” nya Joe Vitale. Duduk di business class membuat saya bisa mendengarkan music dan sesekali menonton video sembari membaca buku.

Jam 14 (Hongkong lebih cepat 1 jam dibanding jakarta), kami tiba di Hongkong International Airport, tidak banyak aktivitas yang kami lakukan kecuali membeli GreenTea, kami langsung menuju Shenzhen, menggunakan Mercedes Benz, mobil yang menurut saya sangat mewah dan lux. 1 jam kurang lebih perjalanan menuju Shenzhen. Melewati jembatan Tsing Ma, yang merupakan salah satu jembatan kompleks yang pernah dibuat manusia, dan tentu saja menjadi salah satu kebanggaan Hongkong dan China karena merupakan the world’s seventh-longest  span suspension bridge.

Tsing Ma Bridge

Tsing Ma Bridge

Melewati jalur perbatasan hongkong, dan memasuki Shenzhen-China, ternyata tidak mudah. Cukup lama saya harus duduk di mobil untuk pemeriksaan kelengkapan surat, dan ? terpaksa kami harus turun dari mobil diperiksa, dan dibongkarlah koper koper kami, karena mengundang kecurigaan akibat bawaan kami yang cukup banyak di mobil Mercy rental tersebut. For about 20 minutes being quarantined, we got permission to go. Finally.

Crown Plaza Shenzhen

Crown Plaza Shenzhen

Around 10 minutes, kami tiba di Crown Plaza, terletak di depan salah satu tujuan wisata di Shenzhen, yaitu Window of the world dan Happy Valley.

Shenzhen, kota yang menyenangkan, hidup !, So many SkyCrapper, banyak sekali gedung gedung tinggi. Shenzhen adalah  kota pertama dan sukses dengan “gelar kemahkotaan” SPECIAL ECONOMIC ZONE (SEZ) di China, dan merupakan salah kota yang menyumbang pendapatan perkapita (GDP) paling tinggi di China.

Mulai dibangun secara serius sejak 1970-an dengan investment lebih dari US$30 billion, Shenzhen menempatkan dirinya sebagai salah satu top ranks di antara kota kota besar lainnya di dunia. Kota ini adalah satu satunya kota di China yang memiliki Seaport, Airport dan Inland Port sekaligus, terhubung ke jejaring dunia luar lewat paling tidak 106 international container  shipment routes, 148 lebih domestic air routes, dan paling tidak memiliki 11 international air routes. Dan tentu saja, merupakan satu satunya kota pulau penghubung ke Hongkong. Inland port di LuoHou, Huanggang dan Wenjindu juga membuat Shenzhen menjadi kota yang unik karena menjadikannya the large “central station” antara Hongkong dan China.

Shenzhen memiliki Shenzhen Stock Exhange (SZSE), yang merupakan salah satu bukti bahwa Shenzhen merupakan salah satu best developed market economy di China. Hi Tech, Modern Logistics dan a healty finance system  and services adalah bukti bukti lainnya bagaimana Shenzhen telah tumbuh menjadi kota industry, kota ekonomi dan menjadi rumah bagi perusahan perusahan Hi-tech semacam ZTE, Huawei, dan Tencent .

Jam 19, setelah makan malam, saya berjalan jalan ke Wall Mart, melewati jalanan yang begitu asri, hutan kota, it’s not nature, but really nice.

Day 1 … in Shenzhen, on Huawei Workshop for Bakrie Telecom.

Advertisements

3 thoughts on “Shenzhen Day 1

  1. ya betul 🙂 saya ingin kembali lagi ke sana membawa istri dan anak anak saya 🙂

    surga belanja ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s