Home

Awalnya, perjalanan dari rumah saya di Kota Wisata-Cibubur menuju Rasuna Said Jakarta Selatan terasa lama, menggunakan motor Yamaha MIO, butuh kurang lebih 90 menit untuk sampai. Melalui jalan yang berlubang, berliku dan sering sekali macet. Kurang lebih 35KM. 1 minggu pertama, ketika saya masih belum hafal benar rutenya, saya harus memaksa otak saya untuk fokus dan konsentrasi. Supaya tidak salah jalan , tahu kapan harus berbelok, tahu kapan harus menghindari jalanan berlubang. Well, extra effort. Mata saya tidak pernah berhenti melihat apa yang ada di depan, mengkombinasikan dengan catalog di otak saya, agar saya tahu kira kira kapan saya harus melambatkan motor saya karena saya mau berbelok kurang lebih 5-10 meter lagi. Dan kadang masih sering terlewat. Sehingga harus kembali lagi. Mundur , atau berputar !.

Kurang lebih seminggu setelah itu, saya tidak lagi pay attention too much, saya sudah mulai terbiasa dan ingat betul kapan harus berbelok, kapan harus melambat dan kapan bisa full speed di jalanan yang mulus dan sepi.

Kurang lebih sebulan setelah itu, saya bahkan terkadang lupa bagaimana tadi saya berbelok, bagaimana saya tadi melambat, kemudian cepat. Sepertinya semuanya sudah berjalan sebagaimana adanya. Saya tidak perlu fokus terlalu banyak lagi. Tiba tiba saja saya sudah melewati jalanan berlubang. Yang menggerakkan saya adalah ALAM BAWAH SADAR saya !!, it’s become second to nature !, it’s instantly happened. Saya tidak sadar bahwa saya melakukannya !!.

Dan tahukah anda ? begitulah otak kita bekerja. Kombinasi antara alam sadar dan alam bawah sadar anda. Dan suka tidak suka, mau tidak mau, banyak riset dan survey yang mengatakan bahwa volume alam bawah sadar kita itu jauh lebih besar daripada alam sadar kita. More than 80% yang menggerakan kita adalah alam bawah sadar kita. Ketika anda tidur, alam bawah sadarlah yang mengatur pola detak jantung anda, ketika ada angin atau debu menerpa kita, insting/intuisi/alam bawah sadar kitalah yang menggerakkan tangan kita untuk menghalaunya.

Jika kita mengenal pola kerja ini dengan baik, dan bisa managing alam bawah sadar ini, kita akan sampai pada unlimited dan powerfull resource dalam diri kita sendiri. Jika kita tahu bagaimana cara memasukkan unsur unsur positif dan konstruktif secara terus menerus ke dalam alam bawah sadar, maka kita tidak perlu khawatir kita akan dikuasai unsur negatif seperti marah membabi buta, sedih berkepanjangan, reaktif dan sebagainya. Kuncinya sederhana, masukkan semua unsur positif dan biarkan dia managing our response as soon as the event being triggered. Jika kita membuat alam bawah sadar kita yakin bahwa kita orang yang sabar, maka kita akan berbuat seperti orang sabar. Jika kita bisa menanamkan dalam alam bawah sadar kita bahwa kita pintar, bisa melakukan apa saja, no limit, maka kita akan berbuat seperti itu juga !! Menarik bukan ?

Coba perhatikan, anak kecil belajar makan. Tadinya dia tidak tahu bahwa dia tidak bisa makan sendiri. Sampai orang tuanya mengajarinya memakai sendok. Kemudian, dari ketidak tahuan akan ketidak tahuan, dia mulai tahu bahwa tidak tidak tahu cara makan. Mulailah dia belajar. Setelah belajar beberapa lama, dia akan masuk ke tahap pemahaman cara menggunakan sendok yang benar, berapa derajat kemiringan sendok di mulutnya agar nasi masuk dengan sempurna. Dan pada akhirnya, sang anak tidak perlu lagi melihat sendok dan memperhatikan kemiringannya agar nasinya tidak jatuh. Pada akhirnya, dalam kondisi apapun, sang anak sudah mahir memakai sendok. Teorinya sudah melekat ke alam bahwa sadar. Alam bawah sadarlah yang membimbingnya. Bagaimana sendok dipegang, terangkat, miring dan masuk ke mulut. Menarik !!! ya sangat menarik !!.

Ketika masih kecil, anda harus susah payah memperhatikan ketika anak anda belajar naik turun tangga, bagaimana posisi kaki agar tidak jatuh, bagaimana posisi tangan agar bisa kuat berpegangan, pada akhirnya anak mulai lancar naik turun tangga, sampai bisa melompat !!!, tidak ada lagi teori yang harus tahap demi tahap diikuti dengan seksama dan penuh kesadaran, semuanya sudah bundled dalam alam bawah sadar.  Second to nature .. instantly happened !!!

Jadi, mulailah belajar untuk menggunakan alam bawah sadar anda. Gunakan affirmasi secara terus menerus kedalam pikiran bawah sadar anda. Masukkan unsur unsur positif dan konstruktif. Affirmasi terus ketika anda akan tidur, dan ketika bangun tidur. Contoh :

Ketika akan tidur , pejamkan mata anda, ucapkan dalam hati dan bayangkan dalam pikiran anda, bahwa anda bisa melakukan apa saja, anda bisa kaya, anda orang yang sukses, anda suami yang baik, anda ayah yang bisa dibanggakan, anda seorang laki laki yang bisa diandalkan.  Ucapkan terus sampai anda tidur.

Dan ketika bangun tidur, ketika mata masih belum sepenuhnya terbuka, ulangilah lagi, lagi dan lagi.

Dan lihat saja hasilnya. Ini adalah proses hypnosis sederhana. Anda bisa melakukan affirmasi apa saja. Anda orang baik. Orang sabar. Orang yang berbahagia , anything, no limit. You can be anything what you want.

Dan ingatlah proses otak dibawah ini ketika anda belajar. Sadar tidak sadar, otak kita mengalami proses dibawah ini :

  1. Unconscious-Incompetent (tidak sadar – tidak mampu)
  2. Conscious-InCompetent (sadar -tidak mampu)
  3. Conscious-Competent (sadar – mampu)
  4. Unconsious-Competent (tidak sadar – mampu)

Mulanya, kita tidak sadar apa yang tidak kita ketahui. Seseorang yang belum pernah naik motor tentu saja dia tidak sadar bahwa dia tidak tahu apa apa tentang bagaimana cara menyetir, menghidupkan dan menstabilkan motor. Dia tidak tahu apa yang tidak dia ketahui. Kita ada pada tahapan tidak sadar apa yang tidak kita ketahui. Kita tidak tahu apa apa tentang apa yang juga tidak tahu.

Tahapan kedua, kita menjadi tahu, menjadi sadar, tapi tidak tahu. Ketika kita mulai belajar naik motor, kita jadi tahu bahwa ada kopling, ada gas, ada rem, ada busi, kita jadi tahu apa fungsinya. Tapi kita belum tahu cara mengoperasikannya. Dari sinilah kita mulai belajar. Jika memang kita mau belajar.

Selanjutnya, kita sadar dan kita tahu. Kita mengerti bagaimana cara menggunakannya. Anak kecil mulai tahu cara mempergunakan sendok. Cara turun tangga, kita mulai tahu cara menggunakan gas, perlahan lahan kita pegang gas motor, turun naik, masih dengan hati hati.

Dan tahap terakhir, tidak sadar tapi tahu. By instant, kita sudah tidak perlu pay attention too much dan tidak sadar dengan teori naik turun gas, kita sudah terbiasa, semuanya sudah alami. Tanpa kita sadar, kita sudah bergerak sendiri. Karena kita terbiasa melakukannya. Alam bawah sadar yang membimbing kita.

Dan teruslah belajar seperti ini. Apapun yang anda mau, affirmasikan dan latihlah terus menerus dan masukkan ke alam bawah sadar. It’s being our skill. Without too much considering the step and theory !!!. Instantly it will lead us ……….

Advertisements

One thought on “Sadar atau tidak sadar ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s