Home

“What we call the secret of happiness is no more a secret than our willingness to choose life” — Leo Buscaglia

The self is not something ready-made, but something in continuous formation through choice of action” — John Dewey

Kebahagiaan adalah serangkaian pilihan-pilihan….” — (because i said so, the movie)

kebahagiaan dan kebenaran, antara IQ, EQ dan SQ

Apakah terlihat klise ? inspiring ? influencing ? or mean nothing ?well , it’s depend, tergantung dari suasana hati anda saat ini, apa yang sudah anda raih, dan apa yang sedang ingin anda raih. Saya sedang berbicara tentang diri kita. Ada beberapa hal penting di atas , kata kata yang saya beri warna hijau adalah kata kata yang menjadi kunci dari posting saya kali ini.

Choose, willingness, action and happiness, adalah sebuah rangkaian sebab akibat yang bisa kita buat dan bisa kita usahakan.

1. choose
adalah pilihan pilihan yang ada di depan mata kita, yang bisa kita pikirkan dan membutuhkan rasionalitas logikal untuk kita pikirkan matang matang, butuh pengetahuan, analisa serta pemahaman konsekwensi konsekwensi logis dari semua pilihan yang akan kita ambil.

One ship sails East,
And another West,
By the self-same winds that blow,
Tis the set of the sails
And not the gales,
That tells the way we go

kemana anda mengarahkan layar, kesitulah arah kebahagiaan sedang dibentangkan. Untuk bisa bahagia, saratnya jelas, anda harus cerdas dalam memilih, dan salah satu faktor penting yang harus anda miliki dalam memilih adalah pengetahuan anda, tingkat kecerdasan intelektual anda. Di sinilah peran IQ berperan sebagai fundamental component that you need to have ,the first prerequisite is … IQ , tidak ada orang gila yang bahagia dan cerdas, karena mereka tidak memiliki IQ. Jadi lupakan saja orang orang gila, mereka tidak bisa memilih, tidak tahu konsekwensi konsekwensi logis dari pilihan mereka.

2. willingness
Adalah kemauan, kehendak , keinginan, kesudian, ini adalah tahapan kedua dari semua pilihan yang ada, anda harus memilih salah satunya dan anda harus mentransformasinya kedalam pikiran anda dan hati anda untuk melaksanakannya. Pilihan pilihan anda hanya akan menjadi informasi tidak penting jika tidak ada keinginan dari anda untuk melaksanakannya. Jika “choose” sangat bertumpu pada kecerdasan IQ anda, maka willingness sangat bertumpu pada kecerdasan emosi anda. Kecerdasan emosi anda akan menentukan pilihan mana yang akan anda lakukan, apakah anda menginginkan pilihan yang sulit, yang mudah, yang bijaksana, yang radikal, yang sporadis, yang kontroversial, yang aman , yang penuh resiko ? tergantung dari nilai nilai luhur yang anda miliki, kecerdasan emosi (EQ) anda yang akan berbicara disini. Pilihan mana yang akan anda ambil dan bagaimana memberikan nyawa pada pilihan anda itu dalam bentuk penanaman keingininan dan kehendak untuk melaksanakan pilihan tersebut, dari IQ, anda butuh EQ.

“Being willing makes you able” –rhonda britten

3. action
Tindakan, aksi, gerakan , adalah bentuk nyata transformasi pilihan dan keinginan anda kedalam tindakan nyata. Lagi lagi EQ anda sangat berperan, karena emosi pada hakikatnya adalah sumber inspirasi untuk melakukan sesuatu. EQ menentukan bagaimana kita beraksi dan berperilaku, apakah anda akan membahayakan orang lain ? berpegang teguh pada nilai nilai kebaikan universal misalnya kejujuran, penghargaan terhadap orang lain, keadilan dan lain sebagainya. Tindakan anda adalah bagian terpenting dari serangkaian pilihan dan keinginan, karena pilihan dan keinginan hanyalah sebuah cerita biasa tanpa aksi dan aktivitas nyata, dan anda masih membutuhkan kecerdasan EQ disini.

4. happines
“Action may not always bring happiness; but there is no happiness without action” — Benjamin Disraeli
Well, ini sangat relatif, kebahagiaan seseorang tentu tidak sama dengan kebahagiaan orang lain, kadangkala dan yang sering kali terjadi, kebahagiaan anda adalah kesedihan orang lain. Definisi kebahagiaan pun berbeda beda, ada yang bahagia ketika membahagiakan orang lain, ada yang bahagia jika merasa aman, nyaman, dan ada yang keduanya.

happines is relative, happines is not absolute, happines having no final definition

Guys,hard to say, happiness is not everything, there is something which is more important than happiness , it’s call THE TRUTH.

Dan sebenarnya, anda harus bahagia jika anda yakin anda dalam kebenaran, meskipun apa yang anda lakukan membuat orang lain bersedih, berduka, kehilangan, tapi jika itu untuk sebuah kebenaran, anda harus melakukannya, tentu saja, kita ingin kebenaran yang membahagiakan, kebenaran dengan tidak merusak, kebenaran dalam sebuah kelembutan dan keindahan, kebenaran yang tidak menyakiti, kebahagiaan yang tidak dibangun diatas penderitaan orang lain. Disinilah peran spiritualitas (SQ). Kecerdasan spiritual akan membantu anda memiliki ukuran yang jelas tentang sebuah kebenaran, dan menjadi titik akhir dari sebuah kebingungan pilihan, willingness, action dan happine.

I am ok for not being happy if i am doing the truth, because at the end, GOD will give me the never ending Happines … in heaven.

Advertisements

7 thoughts on “kebahagian dan kebenaran antara IQ, EQ dan SQ

  1. tapi pak, kalo hidup g bahagia, rasanya gariiing banget! suer! Qta pasti mengutamakan kebenaran dan tanggung jawab, karena dasarnya qta kan orang2 baik. Tapi bener deh qta tetep harus bahagia. kalo enggak qta g bs ngerasain indahnya kehidupan. lg pula bahagia jg bentuk rasa syukur dan keikhlasan dr apapun kondisi qta. Seringkali memang kita harus memilih antara bahagia dan tanggung jwb. ya kita pilih tanggung jawab. But qta tetep harus bahagia loh… dolce de la vita…

  2. Assalamualaikum ww..bagus pak isi postingnya, saya pernah dapet materi ini di trainning ESQ,,menarik dan kenyataan. syukron.

    [Hilal]
    Good to know it’s usefull, thanks for the comment

  3. Hmm..

    IESQ, singkatan dari Intelligence, Emotional and Spiritual Quotient..

    Saya sebenarnya sudah pernah mendengar mengenai teori ini semenjak saya SMA dulu, namun saya lebih bisa paham lagis etelah membaca artikel ini..

    Arigatou Gozaimashita..(^_^)

    [Hilal]
    Adowww ๐Ÿ™‚ mas ini, rendah hati sekali, anyway thanks alot mas bocah bandar .. saya juga banyak belajar dari dunia maya ini

  4. Pingback: makalah ppd « dH!k@_site

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s