Home

“kok babah nggak antusias sih tahu nilai IQ si Icha yang 140?”
Saya hanya tersenyum, mengucap syukur alhamdulillah, karena anak saya punya modal yang sangat cukup untuk masa depannya, but , IQ only ? … that is not enough … a lot of thing contributed on my daughter’s future .. a lot of thing to prepare .. a lot of thing to do

——————

Rabu, 24 September 2008, jam 6.30 pagi .. saya ambil cuti 1 hari di kantor, karena saya bersama istri akan mengambil raport mid Semester anak saya, Icha … perasaan saya ? dari hitungan nadi … 11 denyutan per menit …  artinya jantung saya berdebar … nervous , kira kira hasil belajar anak saya akans eperti apa dan apa yang akan saya dapatkan ?

Raport sudah dibagikan, the result ? amazing … hanya ada 3 nilai yang mendapat point 8, keterampilan dan seni, komputer (– oh my god, it’s shocking) , dan bahasa sunda … the rest ? almost 70% is perfect , mendapat nilai sempurna .. 100 dan sisanya 90, alhamdulillah ….

it is your choice ....

it is your choice to be smart

“tidak ada rangking ya bu ? “, kata istri saya, “kalau bapaknya icha sih tidak suka sekolah yang ada sistem rangkingnya “ , kata istri saya menambahkan,

“nggak ada sih bu, tapi kami sebenarnya punya, untuk keperluan internal, supaya tahu posisi masing masing anak, tapi memang tidak kami tampilkan dalam raport “, kata sang wali kelas, dan saya buru buru menimpali dengan ucapan yang kira kira seperti di bawah ini :

“begini bu, maaf , saya bukannya tidak suka sistem rangking, tapi karena saya tahu persis bakat tiap anak berbeda, sehingga tidak fair jika anak dinilai secara general , padahal bisa jadi dia unggul dalam salah satu aspek, dan kurang dalam aspek yang lain, KALAUPUN harus ada rangking, sebaiknya rangking itu dibagi menjadi 3 macam :

  • yang berhubungan dengan aspek kognitif, yaitu kemampuan untuk berfikir, memahami, menganalisa , melakukan sintesa (cracking the puzzle) dan mengevaluasi, yang dikontribusikan oleh otak kiri , misalnya matematika, fisika-science etc
  • yang berhubungan dengan aspek citarasa, serta imaginasi dan kreatifitas , bagian dari otak kanan, misalnya seni, keterampilan, penerimaan (appresiasi) , pemberian response, 2 terakhir mengandung aspek afektif, dan lain sebagainya , biasanya ada dalam pelajaran seni, keterampilan etc
  • yang berhubungan dengan aspek psikomotorik, yang difokuskan kepada fisik-kinestetik, adalah bagaimana anak bisa menggunakan organ tubuh mereka dengan baik untuk implementasi dan eksekusi , misalnya olahraga, praktik sholat dan sebagainya

tiap orang punya kemampuan yang berbeda dalam ketiga aspek diatas, ada anak yang sangat logis-matematis, ada yang sangat imaginatif dan kreatif dan ada yang sangat ungggul dalam hal kinestetis-motoris …

saya berharap, kalaupun ada rangking .. ya kategori rangkingnya ada 3 … dan above all .. ada rangking yang ke-4 , yang punya semuanya, yang overall …  karena memang ultimate objective dari sebuah kecerdasan adalah , anak anak kita punya ketiganya ….

dan IQ is not the only one,  kami punya tanggung jawab untuk mengajarkan anak kami mental yang positif– possitive attitude–, itu yang lebih penting, untuk bekal dia di masa yang akan datang ”

dan sang guru tampak setuju dengan pendapat saya …. setiap anak punya talent yang berbeda beda, tiap anak punya kecenderuangan yang tidak sama,  dan yang paling penting, potensinya bisa mati jika tidak diketahui dan diasah sejak dini …. sehingga evaluasi utuh terhadap ketiga aspek ini rasanya perlu …

but ….. the question not yet over, ketika saya keluar dari ruangan, istri saya, tetap saja gundah, karena meski nilai Icha yang menurut saya “relatively perfect”, dia tetap penasaran, icha sebenarnya rangking berapa ? .. akhirnya .. saya menasehati dan meminta istri saya untuk kembali ke ruangan guru yang membagikan raport tadi, untuk menanyakan siapa yang nilainya lebih baik dari icha, di mata pelajaran apa, jadi untuk selanjutnya, tinggal berkompetisi dengan yang nilainya di atas nilai icha …

finally, the result is surprising, icha is the best,  number 1 !! , alhamdulillah …. salut buat mamanya icha, istri saya, yang sangat berkotribusi dalam membesarkan icha, sangat tekun, bersemangat dan disiplin dalam mengajari membaca, menulis, menghitung, menggambar serta membentuk karakter icha yang sekarang .. tidak sia sia … thanks God .. dan kami membelikan icha jam tangan serta berjanji akan membelikannya anoher barbie doll  , sebagai salah satu bentuk appresiasi kami terhadap apa yang sudah dia raih

hilya khalisha mumtazah -- icha --

hilya khalisha mumtazah -- icha --

—-

tapi, a lot of thing to do, ketika saya bertemu icha, saya ucapkan selamat, dan saya mengatakan beberapa hal  yang harus diingat olehnya yaitu :

  • mempertahankan prestasi itu lebih sulit daripada mendapatkannya
  • pintar saja tidak cukup
  • harus lebih disiplin
  • harus lebih suka membaca
  • harus mandiri dan tidak boleh manja
  • lebih rajin dan bekerja keras
  • tidak mudah putus asa dan menyerah
  • punya keinginan yang kuat untuk terus belajar
  • dan yang paling penting, tidak ada kamus “TIDAK BISA, kita harus bisa, jika orang lain bisa, kita pasti bisa”

banyak kan yang saya sampaikan ? tapi itulah yang selalu menjadi pemikiran dan konsep saya selama ini, mendidik anak untuk punya mental positif, punya passion dan spirit.. dan saya bersyukur ada istri saya di sana, yang kuat, berpikir yang terbaik buat anaknya, prepare for the future, yang selalu bersemangat mengajari icha banyak hal hal baru, braingym, kumon, jarimatika, menggambar, mewarnai etc

yang terakhir, back to the point , jika anda harus menjadi nomor 1, anda harus tahu nomor 1 dalam hal apa … bagus kalau bisa dalam semua aspek .. dan tentu saja tidak mudah , jika kita bisa menyeimbangkan otak kanan, otak kiri, mental positif serta aspek kinestetik (jasmani), kita akan jadi orang yang –seperti nama anak saya — mumtazah (hilya khalisha mumtazah, panggilannya icha),  …. almost perfect ,excellent sempurna dalam banyak hal … aamiin

jadi ? mau nomor 1 yang mana ?

  • Logis-Matematis seperti Stephen Hawking , Albert Einstein, Isaac Newton.. atau
  • Verbal-Linguistik layaknya William Shakespeare, Emily Dickinson … atau
  • Spasial-Mekanis seperti Michaleangelo, Georgia O’Keefe .. or
  • Music, layaknya Mozart, Bethoven atau
  • Jasmaniah-psikomotorik-kinestetik, seperti Muhammad Ali, Maradona, Ronaldinho, Carl Lewis
  • Interpersonal Skill seperti Nelson Mandella, Ratu Elizabeth 1atau Mahatma Gandhi
  • Intrapersonal skill, pengorbanan dan pemahaman diri seperti Bunda Teresa, Nabi Isa etc

anda bisa memilih .. salah satu diantaranya, keduanya, sebagian atau bahkan semuanya … !!

which number one is fit your body ? you choose it …

Advertisements

One thought on “which number one ?

  1. Hmm..

    This is a happy family..

    Saya tahu karena kecerdasan seorang anak adalah sebagian besar karena genetik dari ORTU mereka..

    Sudah bisa ditebak jika ORTUnya adalah seseorang Ibu yang memiliki 3 klasifikasi sekaligus(dari tulisan “multiple intelligence”) dan seorang Ayah yang seperti dipaprkan di page “about me” maka anaknya ya seperti Icha itu he he..

    Namun yang memang paling penting adalah pada saat mengembangkan kecerdasan seorang anak di masa pertumbuhan, kita boleh saya mencita-citakan sesuatu yang tinggi bagi anak kita, namun kesenangan dan kemampuan anak sendiri adalah hal penentu dia akan menjadi apa..

    Sekali lagi selamat ya Pak, punya anak yang begitu surprising..

    Doakan saya juga Pak punya anak yang demikian(padahal punya calon aja belum he he)

    Semangatz..

    [Hilal]
    Ya setuju, anak akan menentukan sendiri arahnya ke mana sesuai kecenderungan nya sendiri, yang tua tua ini hanya bisa mengarahkan dan berdoa serta menyiapkan jalannya, anyway, semoga segera dapat calon dan punya anak yang manis manis dan ganteng ganteng 🙂 aamiin .. chayyooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s