Home

Every monday,  jam 9.30 s/d jam 1 siang,  is one of the most exciting day in Bakrie Telecom, Network  Services Directorat, karena pada saat inilah para senior management team mulai dari Deputy Director, Vice President sampai General Manager berkumpul untuk membahas isu isu di Network, dan progress update dari project yang sedang berjalan. Dan saya salah seorang yang selalu antusias hadir, tempat saya belajar banyak hal tentang Network dan Telco things (background saya IT) dan increase my situational awareness on what is going on in Bakrie Telecom

managing the crisis

managing the crisis

Tapi, Senin, 22 Agustus 2008 , jam dan tempat yang sama, saya tidak hadir, karena saya terpaksa disibukkan dengan pekerjaan yang menurut salah satu survey, adalah hal yang paling sedikit dikerjakan, MANAGING the CRISIS …. it’s a devastating day during the weekend, where at least 4 complaints/problems occured

Menurut salah satu survey di CIO.com , hanya 28% waktu yang digunakan oleh para CIO untuk managing the crises. Inilah hasil lengkap dari survey yang memberikan pertanyaan “What Six Activities You Spend the Most Time On ?” :

  • Aligning IT with business goals : 82%
  • Cultivating the IT/Business partnership : 69%
  • Improving IT operations : 59%
  • Leading change : 57%
  • Implementing new systems : 53%
  • Developing IT talent : 42%
  • Budget management : 35%
  • Managing IT crises : 28%
  • Developing business innovations : 24%
  • Security Management : 23%

Jadi ? honestly , it’s horrible on managing the crises, if i have a choice, i will stay away and trough them out of my life.

Tapi, lets put our foot on the ground, tidak ada kehidupan tanpa masalah, swallow that hard and move on, harus bisa kita telan dan kita hadapi ….

Ada beberapa hal yang ingin saya bagi, tentang bagaimana cara saya mengatasi krisis di IT khususnya di Bakrie Telecom :

  • focus on what happened ,  pertanyaan pertama yang harus kita cari tahu adalah, apa yang sebenarnya terjadi ? information collection adalah hal yang paling penting dalam tahapan ini, informasi yang bisa kita kumpulkan misalnya :
    1. Waktu dan tanggal kejadian
    2. Apa yang terjadi
    3. Apa impact yang terjadi/dirasakan stakeholder
    4. etc , tergantung dari situasi dan konteks masalah yang kita hadapi
  • find who is/are the key person, setelah semua informasi terkumpul, kita bisa menuju tahapan kedua, cari tahu siapa orang yang paling kompeten terhadap masalah yang terjadi, ini untuk memastikan bahwa kita direct to the target and stay focus , dari key person ini, ada beberapa hal yang bisa kita gali misalnya :
    1. Apakah ada perubahan yang dilakukan ?
    2. Apakah problem yang terjadi related ke perubahan yang dilakukan ?
    3. Jika iya, harus dipastikan apakah sudah melalui prosedur yang benar, apakah QA sudah dilakukan as planned
    4. Jika tidak, maka kita bisa gali lebih jauh dari sang expertise ini , kira kira impactnya apa
  • find a solution in two ways , yaitu immediate as a work around dan fix/permanent solution
    , kenapa ada dua ? tidak selalu, tapi sering kali itulah yang harus kita lakukan, ada problem problem yang tidak bisa kita biarkan berlarut larut terjadi, karena akan berakibat fatal, misalnya revenue lost, service interrupt, device damage , etc. Dalam kondisi ini, incident management procedure harus bisa dilaksanakan secara efektif, efisien, dan at minimum risk. Ini hanya untuk memastikan bahwa layanan bisa kembali dinikmati, services should be assured and delivered immediately, sementara fix/permanent solution, adalah salah satu bagian dari Problem Management , yang ultimate objective-nya adalah killing the problem forever !! by finding the root cause and solve  …

  • feedback and continuous monitoring, untuk memastikan bahwa perubahan baik workaround dan fix/permanent solution benar benar put in place dan totally kill the problem

seringkali, problem terjadi dan berlarut larut karena beberapa hal :

  • poor coordination
  • bad communication skills
  • less of situational and services awareness/ownership

hal hal yang sebenarnya tidak memiliki aspek tekhnis sama sekali, it’s a soft skill , tapi dari pengalaman saya, ketiga hal inilah yang membuat problem tidak kunjung selesai, kesalahan sering terjadi …. dan solusi tidak kunjung ada …. it’s slowing down everything ….

finally … seperti posting saya sebelumnya, managing the crisis seharusnya bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mature, growing and get the opportunity .. tapi … seperti tulisan saya diatas .. sebaiknya waktu kita tidak habis untuk managing the crisis … kita harus bisa setup the procedure , governance, methodology agar kita punya waktu luang mengerjakan hal lain yang lebih strategies dan taktis serta … VALUABLE !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s