<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hilal Achmad&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ichadimas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ichadimas.wordpress.com</link>
	<description>Possunt Quia Posse Videntur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Dec 2012 02:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ichadimas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hilal Achmad&#039;s Blog</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ichadimas.wordpress.com/osd.xml" title="Hilal Achmad&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ichadimas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kalau Jodoh tak akan kemana</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2012/12/13/kalau-jodoh-tak-akan-kemana/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2012/12/13/kalau-jodoh-tak-akan-kemana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2012 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupanku yang ceria, penuh kerja keras dan selalu penuh kejutan tiba-tiba harus berakhir seketika. Hari-hari penuh serabut cahaya matahari pagi, hembusan angin yang membius, rintik hujan yang kadang membasuhi tubuhku <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2012/12/13/kalau-jodoh-tak-akan-kemana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=598&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ichadimas.wordpress.com/2012/12/13/kalau-jodoh-tak-akan-kemana/katakatamutiaragalauter/#main" rel="attachment wp-att-599"><img class="aligncenter size-full wp-image-599" alt="katakatamutiaragalauter" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2012/12/katakatamutiaragalauter.jpg?w=450&#038;h=469" width="450" height="469" /></a></p>
<p>Kehidupanku yang ceria, penuh kerja keras dan selalu penuh kejutan tiba-tiba harus berakhir seketika. Hari-hari penuh serabut cahaya matahari pagi, hembusan angin yang membius, rintik hujan yang kadang membasuhi tubuhku kini tak ada lagi. Semuanya gelap, tiba-tiba saja aku sudah terperangkap dalam sebuah ruangan yang sungguh pengap dan lembab.</p>
<div>Tak pernah lagi kudengar suara riuh renyah anak-anak yang suka bermain. Yang ada kini hanya suara gaduh memekakkan telingaku. Tak pernah aku menyangka, lelaki yang dulu menemukan cintaku, menumbuhkan dan merawat cintaku tiba-tiba mencampakkan aku begitu saja. Dulu aku tak pernah percaya lelaki yang mendua. Aku selalu mencibir mereka yang mengatakan lelaki suka berkhianat. Aku pikir yang salah bukan lelakinya. Pastilah si lelaki tak mendapatkan apa yang mereka inginkan sampai membuat mereka tega untuk berbagi. Aku percaya bahwa cintaku yang seputih dan secantik merpati tak akan membuat lelakiku pergi. Paling tidak, tidak semua lelaki brengsek!</div>
<div></div>
<div>Tapi itu dulu.</div>
<div>Kini aku terpaksa mempercayainya. Seseorang bisa menumbuhkan cinta, merawatnya, tapi dia juga yang akan membuatnya mati. Lelaki memang brengsek!</div>
<div>Dan yang membuatku marah adalah adalah mereka yang merebut lelakiku. Sungguh mereka tak tau malu. Bolehlah mereka lebih seksi, bolehlah mereka lebih pintar, bolehlah mereka lebih cantik, lebih muda. Tapi kenapa harus merebut lelakiku? Apa salahku?</div>
<div></div>
<div>Hampir 3 bulan sudah aku berada diruangan pengap ini, lelakiku menjerumuskan diriku, mengasingkan diriku. Sungguh tak tau diri!!!! Habis manis sepah dibuang. Aku mulai tak peduli lagi, sudah letih aku memikirkannya, sudah kering air mataku. Yang aku tahu, selama 3 bulanan ini, dia sudah berganti dua wanita!!</div>
<div></div>
<div>Yang pertama namanya si essex, tak lama kemudian essex pun dia bagi ke temannya!, lelaki macam apa yang memberikan wanitanya pada lelaki lain? si essex yang nasibnya tak lebih baik dari diriku. Dan lagi lagi, penyebab lelaku berpaling dari essex karena dia suka si Gemini!</div>
<div></div>
<div>******</div>
<div></div>
<div>Hari ini, Tuhan sepertinya berbaik hati untuk mengeluarkanku dari ruangan pengap ini. Tiba-tiba cahaya matahari pagi memasuki ruangan gelapku, dan tangan lelakiku menggenggamku erat, senyumnya membuatku sedikit pilu. Lelakiku, mau apa dia?</div>
<div></div>
<div>Lelakiku membawaku keluar dari ruangan gelap ini, kami turun dari lantai sepuluh, menuju ke sebuah gedung berlantai 8. Tiba di sebuah tempat, lelakiku menyerahkan aku pada seorang wanita cantik, bersegaram hitam, ia tersenyum dan berkata pada lelaliku</div>
<div></div>
<div>&#8220;Ya mas, ada yang bisa kubantu?&#8221;,</div>
<div>Lalu lelakimu menyodorkan diriku pada wanita itu sembari berkata &#8220;Mbak, tolong BBku yang lama ini diaktifkan kembali ya, soalnya Geminiku kecopetan, jadi terpaksa aku pakai BB lama yang sudah 3 bulanan ini kusimpan di Laci kantor&#8221;</div>
<div></div>
<div>********</div>
<div></div>
<div>Tuhan, aku kembali bersama lelakiku. Mungkin benar kata orang, jika sudah jodoh tak akan kemana. Meski dilepas, akan kembali lagi.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Apa kabar lelakiku, aku siap melayanimu kembali&#8221;</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=598&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2012/12/13/kalau-jodoh-tak-akan-kemana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2012/12/katakatamutiaragalauter.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katakatamutiaragalauter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan akan mati &#8230;</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2010/08/31/ramadhan-akan-mati/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2010/08/31/ramadhan-akan-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 03:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan rahmah. Bulan dimana kesalehan kolektif terlihat di mana-mana. Mesjid menjadi lebih ramai, para pedagang dadakan meraup untung dengan berjualan kolak, jajanan dan es buah. <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2010/08/31/ramadhan-akan-mati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=563&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan rahmah. Bulan dimana kesalehan kolektif terlihat di mana-mana. Mesjid menjadi lebih ramai, para pedagang dadakan meraup untung dengan berjualan kolak, jajanan dan es buah. Orang seolah punya kedisiplinan kolektif. Bangun di waktu yang sama untuk sahur, berbuka di waktu yang sama, dan taraweh di waktu yang sama.</p>
<p>Luar biasa ! Sebagian mereka, memang bergerak untuk beribadah karena motivasi internal, karena kecintaan mereka akan Ramadhan, karena keinginan mereka untuk meraih rahmah, ampunan dan terbebas dari api neraka. Tapi sebagian yang lain, tanpa di sadari hanya mengikuti arus kearifan kolektif. Tidak ada kesyahduan yang mendalam di hati mereka, tidak ada kenikmatan dalam puasa dan sholat mereka, yang mereka rasakan hanya efek sosial, kebersamaan. Sama-sama puasa, sama sama taraweh, dan biasanya tidak akan meninggalkan bekas ketika Ramadhan berlalu.</p>
<p>Dulu, ketika kanjeng Rasulullah Muhammad SAW masih hidup, kaum Muslimin Madinah selalu menghadiri Majelis nabi, datang untuk mendengar nasihat nabi dan menunaikan sholat berjamaah, berperang bersama nabi, berdagang bersama nabi, semuanya bersama-sama nabi. Mereka mencintai nabinya melebihi kecintaan mereka akan diri mereka sendiri.</p>
<p>Sudah menjadi  sunnatullah, maka setiap manusia akan mati. Demikian pula manusia pilihan Allah itu, nabi terakhir itu juga harus pergi menghadap Rabbnya. Beliau wafat. Umar bin Khattab, sahabat yang paling kuat, paling berani dan  terkemuka itu tiba-tiba kehilangan arah, dia tidak bisa menerima kepergian sang Nabi. Dan keluarlah kata-kata yang berasal dari jeritan hatinya “barang siapa mengatakan Muhammad telah meninggal, akan aku penggal kepalanya”. Abu Bakar ra bisa memahami keadaan ini, dan dengan intuisi leadership dan kelembutannya, beliau naik mimbar dan berkata “Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad telah menemui rabbnya, dan barang siapa menyembah Allah, Allah senantiasa hidup”. Dan sadarlah Umar. Berislam bukan karena Muhammad, tapi karena Allah semata.</p>
<p>Demikian pula Ramadhan, barang siapa menyembah Ramadhan, hanya taat di kala bulan Ramadhan, maka sesungguhnya Ramadhan akan berlalu, digantikan oleh Syawal. Tapi barang siapa beribadah karena Allah, maka Allah akan senantiasa hidup. Dia akan senantiasa beribadah pada Allah. Bukan semata-mata karena Ramadhan yang bergelimang pahala.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=563&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2010/08/31/ramadhan-akan-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Berjamaah ke Mesjid, Yuk!</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/shalat-berjamaah-ke-mesjid-yuk/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/shalat-berjamaah-ke-mesjid-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 15:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Berjamaah ke Mesjid, Yuk! ~eling-eling umat muslimin muslimat Hayu urang berjamaah  sholat Shubuh Estu kawajiban urang keur di dunya, oge pibekeleun jaga di akherat.~ )* Bait-bait puji-pujian itu meluncur <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/shalat-berjamaah-ke-mesjid-yuk/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=530&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Shalat Berjamaah ke Mesjid, Yuk!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>~eling-eling umat muslimin muslimat</em></p>
<p><em>Hayu urang berjamaah  sholat Shubuh</em></p>
<p><em>Estu kawajiban urang keur di dunya,</em></p>
<p><em>oge pibekeleun jaga di akherat.~ )*</em></p>
<p>Bait-bait puji-pujian itu meluncur dari mulut laki-laki paruh baya lewat pengeras suara mesjid. Suaranya tak semerdu  Pasha Ungu memang. Namun bagi yang mengerti arti ajakannya pastilah akan tergugah.</p>
<p>Bagi jamaah  mesjid di kampung kami, pastilah mengenal sosok Mang Enjang . Laki-laki paruh baya ini akan mudah dijumpai  terutama bagi mereka yang sering shalat berjamaah di mesjid.  Baik itu pada saat Maghrib, Isya ataupun Shubuh karena di waktu- waktu itulah biasanya kita berkesempatan lebih untuk bisa hadir berjamaah di mesjid.</p>
<p>Mang Enjang seolah menjadi ”<em>member utama ”</em> di  mesjid Al-Khoeriyah, mesjid kebanggan RW kami.</p>
<p>Dalam keadaan gelap dan mata tertutup kain serta tanpa bantuan siapapun, saya jamin Mang Enjang akan bisa menemukan jalan ke Mesjid. Saking  begitu hapalnya jalur yang dia lalui, berawal dari pintu rumahnya sampai ke pintu Mesjid. Bahkan Mang Enjang sudah bisa menghitung berapa langkah yang dia perlukan agar sampai ke Mesjid dengan aman. Walau langkahnya sedikit tertatih.</p>
<p>Ketika semua orang terlelap dalam dingin udara Shubuh ,  Mang Enjang yang mengumandangkan Adzan shubuh lewat pengeras suara. Membangunkan kami yang masih terlena dalam mimpi, memberi peringatan kepada kami bahwa Shalat itu lebih baik dari pada tidur.</p>
<p>*</p>
<p>Mesjid kami tidak begitu besar, namun ketika shalat berjamaah terutama Shalat Shubuh, mesjid kami terasa begitu luas. Yang hadir berjamaah salat Shubuh paling banyak hanya 6 orang plus Imam mesjid. Yang  hadir ke mesjid pun  adalah muka-muka lama, alias member tetap. Tentunya  kebanyakan golongan 50 tahun  ke atas. Jamaah shalat berjamaahnya akan semakin berkurang  manakala salahseorang dari jamaah ada yang sakit atau berhalangan. Makanya saya selalu berusaha menyempatkan Shalat Shubuh berjamaah , walaupun masih bolong-bolong heheh..</p>
<p>**</p>
<p>Segala puji bagi Allah yang  telah memberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini. Kata Nabi kalau saja semua tahu akan kebaikan Ramadhan tentunya semua menginginkan  setiap bulan adalah Ramadhan.</p>
<p>***</p>
<p>Ramadhan hari pertama Mesjid kebanggaan kami penuh sesak oleh jamaah , bahkan luber sampai keluar. Ketika Shalat Shubuh tiba,  suasana mesjid penuh seperti pada saat  Jum’atan. Alhamdulillah&#8230;.</p>
<p>Mang Enjang pun sekarang jadi banyak temannya.</p>
<p>Semoga saja semangat berjamaah ini tidak surut ketika Ramadhan usai.</p>
<p>Tak sia-sia Mang Enjang selalu mengajak lewat bait-bait puji-pujian yang menggugah sebelum Shubuh tiba.</p>
<p>****</p>
<p>Malu sama Allah,</p>
<p>Malu sama Mang Enjang.</p>
<p>Mang Enjang yang sudah betul-betul memahami pesan Nabi bahwa salahsatu golongan yang dilindungi kelak di hari kiamat- ketika tak ada yang g bisa memberi perlindungan selain Allah &#8211; adalah golongan orang yang hatinya bergantung di Mesjid karena mencintai-NYA.</p>
<p>Belajar sama Mang Enjang untuk mencintai Allah.</p>
<p>Meskipun Allah menakdirkan dirinya tak memiliki penglihatan sejak lahir.</p>
<p>Selamat menikmati indahnya Ramadhan!</p>
<p>)* Bangunlah wahai Muslimin dan Muslimat</p>
<p>Mari kita berjamaah Sholat Shubuh</p>
<p>Itulah kewajiban kita di dunia,</p>
<p>Serta buat bekal kelak di akhirat</p>
<p>(courtesy : Irfan Yudi Setiawan, Juara 2 Lomba Blog Ramadhan MTE-BTel)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=530&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/shalat-berjamaah-ke-mesjid-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Public Speaking</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/public-speaking/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/public-speaking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[ngomong]]></category>
		<category><![CDATA[public speaking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Saya rasa kita semua hampir sepakat bahwa salah satu keterampilan dasar yang harus kita miliki adalah kemampuan berkomunikasi. Sejak kita kecil, menginjak remaja, maupun setelah menjadi dewasa dan hingga menjadi <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/public-speaking/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=526&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa kita semua hampir sepakat bahwa salah satu keterampilan dasar yang harus kita miliki adalah kemampuan berkomunikasi. Sejak kita kecil, menginjak remaja, maupun setelah menjadi dewasa dan hingga menjadi tua kita selalu berkomunikasi. Di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di keramaian, semuanya membutuhkan komunikasi. Orang mengerti apa yang kita inginkan, dan kita bisa mengutarakan isi hati kita lewat komunikasi. Every single seconds is a communication. Setiap detik yang kita lalui adalah komunikasi. Ketika kita berbicara dengan hati kita, dengan pikiran kita, dengan orang lain, kita sedang berkomunikasi.</p>
<div id="attachment_528" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-528" title="IMG_1490" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/09/img_1490.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Presenting Majlis Ta'lim Esia during Buka Puasa Bersama BTEL" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Presenting Majlis Ta&#39;lim Esia during Buka Puasa Bersama BTEL</p></div>
<p>Lewat tulisan, ungkapan verbal, ekspresi gerak, gambar yang kita buat, raut wajah , senyum, kerutan dahi, tarikan nafas, semuanya adalah komunikasi.</p>
<p>Saya suka menulis, misalnya lewat blog seperti ini. Cukup mudah sebenarnya menulis, karena kita hanya berbicara dengan hati dan pikiran kita, dengan diri kita sendiri. Apa yang kita tulis adalah apa yang sebenarnya kita rasakan dan kita pikirkan. Istri saya bisa tahu kondisi saya lewat gerak wajah saya, sedang suntuk, gembira, bisa terlihat. Kadangkala saya tidak bisa mengontrol ekspresi saya, karena sebagian besar gerakan fisik kita digerakkan oleh otak bawah sadar kita. Itulah kenapa, mulut kita bisa berbohong, tapi tubuh kita tidak bisa. Karena mulut biasanya digerakkan oleh otak sadar, sementara ekspresi fisik dan gestur tubuh kita sebenarnya sebagian besar digerakkan oleh otak bawah sadar kita. Ini juga tips agar para marketer, para sales bisa lebih sukses memasarkan produknya. Perpaduan antara ungkapan verbal dan ekspresi tubuh.</p>
<p>Public speaking, tidak seperti menulis dan ekspresi tubuh. Berbicara di depan umum seringkali jauh lebih sulit. Banyak orang memiliki ketakutan untuk tampil di depan umum. Seringkali nervous. Tadinya saya percaya bahwa saya tidak akan nervous ketika berbicara didepan umum, toh saya sering berbicara di depan team saya, dan seringkali pula saya memberikan training kepada para agent CRM atau Gerai. Saya baru menyadari saya bisa nervous ketika berbicara didepan umum pada acara acara di bawah :</p>
<ul>
<li>Ketika saya harus mempresentasikan visi misi dan strategi saya jika menjadi GM di tahun 2007, waktu itu saya masih Manager. Berbicara di depan senior management ternyata membuat saya sedikit grogi. Beruntung grogi saya tidak berlangsung lama karena saya bisa segera berkonsentrasi pada materi presentasi yang saya sudah siapkan sebelumnya dan bisa berimprovisasi dengan pengalaman di lapangan. Saya belajar bahwa materi presentasi yang bagus akan membantu meningkatkan rasa percara diri, dan pengalaman di lapangan adalah segalanya. Sejak saat itu saya selalu melakukan persiapan ekstra jika akan tampil di depan umum. Salah satunya adalah menyiapkan materi presentasi yang bagus dari sisi materi dan design.</li>
<li>Ketika saya menjadi speaker di acara Asia Pacific Revenue Assurance dan Billing Management di Singapore, lagi lagi saya nervous, saya hanya membayangkan bahwa saya sudah melalui acara tersebut. Bagaimana tidak nervous, audience nya adalah para praktisi dunia telekomunikasi dari berbagai negara di asia pasific, para managers, VP, bahkan CEO. Dan saya harus present all in english, belum lagi ketika saya menjadi panelis. Oh God, saya hanya membayangkan bahwa saya telah melewatinya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , alhamdulillah, lagi lagi persiapan materi, pengalaman di lapangan dan kepercayaan diri membuat saya bisa melewati 3 menit pertama rasa grogi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ketika harus membedah sebuah buku yang berjudul &#8220;It&#8217;s not the big that eat the small, it&#8217;s the fast that eat the slow&#8221;, saya berbicara didepan audience yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan jabatan. Dan saya harus berbicara tentang sesuatu yang bukan area expertise saya. Saya tidak bisa lagi mengandalkan pengalaman secara utuh. Alhasil, satu minggu sebelum acara, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bolak balik melihat dan membaca buku yang harus saya bedah. 1 minggu lamanya saya mengamati dan menelaah buku yang akan saya bedah, dan saya juga menamatkan sebuah buku karya larry king yang judulnya &#8220;seni berbicara di depan umum&#8221;.  Firt 3 minutes, saya grogi, tapi saya tahu triknya, saya share saja kondisi saya yang grogi, saya jelaskan dengan terus terang bahwa saya sedang grogi, karena saya baru pertama kali membedah buku, saya baru pertama kali berbicara sesuatu yang diluar area expertise saya, dan saya nervous karena audiencenya berasal dari latar belakang keilmuan dan jabatan yang berbeda. Tentu masing masing akan membawa perspektif masing masing. Sesuatu yang sangat chalanging untuk saya hadapi. Tapi alhamdulillah saya bisa melaluinya dan justru membuat saya serasa telah memenangkan sebuah pertempuran batin yang luar biasa. Saya bisa melaluinya, saya bisa menaklukannya.</li>
<li>Ketika saya harus berbicara mewakili Majlis Ta&#8217;lim Esia, berbicara di depan Wartawan dan salah satu Direktur adalah pengalaman pertama saya, again, saya punya 3 menit pertama yang membuat saya grogi. Beruntung, saya sudah menyiapkan pointers untuk mengguide saya tentang apa yang saya harus ucapkan. Pointers adalah outline dan run down tema yang harus saya sampaikan, saya print di sebuah kertas berukuran 5&#215;10 cm. Jadi sambil melihat pointer saya bisa melakukan relaksasi dan menghilangkan rasa grogi yang ada. POINTER adalah penolong saya, dan menjadi tips yang bagus jika anda berbicara di depan umum tanpa presentasi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ketika saya harus berbicara, lagi lagi mewakili Majlis Ta&#8217;lim Esia di hadapan Pak Anindya Bakrie, Direktur Utama BTEL, Board of Director, Executive VP dan karyawan Bakrie Telecom. Biasanya mereka mengenal saya sebagai GM IT Business System Support. Tapi kali ini saya berbicara sebagai Ketua Ma&#8217;lis Ta&#8217;lim. Luar biasa. Membuat nervous. Tapi saya punya 3 tips yang membuat saya bisa melalui 3 menit pertama saya yang nervous. Tentu saja Materi presentasi yang saya kerjakan betul betul sampai saya harus begadang, sampai istri saya heran kenapa saya lama sekali menyiapkan presentasi itu dan &#8220;tidak bergeming dengan godaannya yang nakal dan mengundang&#8221;. Alhamdulillah, materi presentasi baik dari sisi content maupun design membuat saya cukup comfort, confidence dan excited. Tips kedua, saya menyiapkan pointer, pointer ini berisi apa apa saja yang harus saya sampaikan sebelum saya masuk ke presentasi. Dan yang ketiga, tentu saja beberapa pengalaman berinteraksi dan bekerja bersama sama rekan rekan majlis ta&#8217;lim bisa membuat saya lebih kreative dalam melakukan improvisasi.</li>
</ul>
<p>Entah nanti public speaking apa lagi yang membuat saya akan berhadapan lagi dengan 3 minutes nervous itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tapi saya yakin, saya bisa terus melaluinya. Materi presentasi yang bagus, pengalaman, pointer, keinginan yang kuat untuk menaklukkan sebuah rintanan adalah tips yang saya rasa akan sangat membantu. Memang tidak ada sesuatu yang sempurna, tapi kita bisa terus memperbaiki yang kurang. Satu hal yang membuat saya selalu berani berbicara adalah karena saya menganggapnya sebagai sebuah OPPORTUNITY, bukan sebuah beban. Public Speaking ? siapa takut !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=526&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/09/15/public-speaking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/09/img_1490.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1490</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Lunch&#8221; bareng kandidat RI-2</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/07/13/lunch-bareng-kandidat-ri-2/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/07/13/lunch-bareng-kandidat-ri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 07:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[boediono]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[lunch]]></category>
		<category><![CDATA[RI2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[“Lunch” bareng kandidat RI-2. Photo by Adyahrachman Herdian &#38; Dhino Kartika Minggu, 12 July 2009, menjadi salah satu moment yang berharga bagi rekan rekan IT. Berlangsung dari jam 11.15 sampai <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/07/13/lunch-bareng-kandidat-ri-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=503&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“Lunch” bareng kandidat RI-2.<br />
Photo by Adyahrachman Herdian &amp; Dhino Kartika</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-501" title="ri22" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/07/ri22.png?w=450" alt="ri22"   />Minggu, 12 July 2009, menjadi salah satu moment yang berharga bagi rekan rekan IT. Berlangsung dari jam 11.15 sampai jam 14.00, team IT berkesempatan untuk berbincang bincang sekaligus makan siang bersama kandidat RI-2 Pak Boediono di kediaman putra keduanya, Dios Kurniawan, yang juga Manager Enterprise Information Support di Bakrie Telecom.</p>
<p>Acara yang dikemas dengan sederhana namun penuh makna dimulai dengan sambutan dari VP IT, Bapak Djatnika. Dalam sambutannya, Pak Djatnika menyatakan rasa terimakasih atas waktu yang telah diluangkan oleh Pak Boediono. Sebenarnya, rencana untuk bertatap muka dengan Pak Boediono sudah direncanakan jauh jauh hari sebelumnya ketika Pak Boediono masih menjabat sebagai pemegang otoritas moneter tertinggi yaitu Gubernur BI, begitu pak Djatnika menyampaikan. Diharapkan dengan adanya tatap muka ini, rekan rekan IT bisa menggali manfaat dari perjalanan Pak Boediono dalam menapaki karir professional nya hingga sampai pada tahap yang gemilang saat ini.</p>
<p>Selanjutnya, Pak Boediono menyampaikan pesan tentang bagaimana  filosofi hidupnya dalam menjalani karir professionalnya. Menurut beliau, ada 4 hal yang harus kita jadikan pegangan agar kita bisa berhasil dalam karir professional kita. 4 hal tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Be Good Person. Kita harus menjadi orang yang baik dahulu jika ingin mencapai karir professional yang baik. Menjadi orang baik <em>is to become a fair person.</em> Menjadi orang yang baik itu adalah menjadi orang yang Adil. Atau orang yang bisa menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya. Adil terhadap diri sendiri, adil terhadap Tuhan, dan adil terhadap lingkungan kita (misalnya tempat kita bekerja). Ketika kita sudah bisa adil, sudah bisa menempatkan segala sesuatunya dengan tepat, maka secara otomatis hal hal yang akan kita jalankan dan kita lakukan akan selalu menjadi baik.</li>
<li>Trust Worthy, artinya bisa dipercaya. Ini adalah syarat kedua. Integritas dan reputasi adalah hal yang sangat penting. Kepercayaan orang kepada kita menjadi I kunci keberhasilan karir kita. Tanpa kepercayaan, tanpa integritas, maka kita akan mengalami kesulitan dalam menapaki karir kita. Kepercayaan dari atasan kita, kepercayaan dari bawahan, dari rekan kerja dan dari masyarakat adalah modal utama yang harus kita miliki untuk menapaki karir yang lebih tinggi.</li>
<li>Open Minded. Berpikiran terbuka. Jika kita ingin maju, maka kita tidak boleh arogan dan menganggap hanya diri kitalah yang benar, sehingga kita menutup diri dari dunia luar. Kita harus terbuka terhadap pemikiran apapun, sehingga wawasan kita menjadi lebih luas dan kita bisa memahami apapun dengan lebih baik dan menyeluruh.</li>
<li>Keep Learning. Belajar adalah long live experience (pengalaman seumur hidup),  artinya proses belajar adalah proses yang tidak boleh berhenti. Kita bisa belajar dari manapun, dari siapapun dan di manapun. Kita bisa belajar dari alam, dari binatang,tumbuhan, dari orang yang kehidupannya lebih baik, maupun dari orang yang kita anggap kehidupannya tidak lebih baik dari kita.</li>
</ol>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-502" title="ri21" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/07/ri21.png?w=450" alt="ri21"   />Dalam sesi tanya jawab, ada beberapa hal yang dikemukakan oleh Pak Boediono yang sangat penting bagi kehidupan kita, bahwa kita tidak boleh menyerah, tidak boleh merasa “mentok(tidak ada jalan keluar)” , kita harus tetap berusaha sebaik dan semaksimal kemampuan kita. Ada kalanya kita tidak bisa menolak arus besar yang datang kehadapan kita, sehingga kita harus mengikutinya. Ajakan Pak SBY untuk memilih Pak Boediono sebagai Wakil Presiden menurut Pak Boediono adalah salah satu contoh arus besar, di mana beliau merasa bisa berkontribusi lebih banyak daripada “hanya sekedar” menjadi Gubernur BI. Ini adalah arus besar yang harus beliau ikuti. Selain arus besar, tentu saja ada arus arus kecil yang kita bisa menolak, mengolah maupun melawannya. Kadangkala kita dihadapkan pada pilihan pilihan sulit. Di mana tidak ada yang kita rasa baik dari pilihan yang ada. Semuanya adalah pilihan buruk dan mengandung resiko. Namun dari semua pilihan itu, kita masih bisa memilih pilihan yang terbaik diantara yang buruk. Yang paling kecil resikonya.  Dengan begitu, kita tetap bisa melanjutkan kehidupan kita. Hidup adalah rangkaian masalah dan sesuatu yang biasa dalam kehidupan kita. Pak Boediono menyebutkan salah satu masalah terberat yang pernah dihadapi dalam karirnya adalah ketika Indonesia terkena resesi pada tahun 1997-1998, yang berakibat pada dilikuidasinya 16 bank. Namun, seberat apapun masalahnya, pasti ada jalan keluarnya.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai perbedaan cara pandang dan lingkungan<em> </em> antara dunia pemerintahan dan politik yang akan dihadapinya, Pak Boediono meyakinkan bahwa segala sesuatu bisa dipelajari dan diadaptasi. Bahwa jika kita mau, kita semua pasti bisa.</p>
<p>Kurang lebih 1 jam diskusi bersama Pak Boediono ini berlangsung, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Dani Buldansyah. Deputi Direktur Network Bakrie Telecom. Dalam sambutannya Pak Dani berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pak Boediono kepada rekan rekan IT. Dan beliau berharap kesempatan ini bisa dilakukan lagi di masa yang akan datang.</p>
<p>Melihat sosok dan pemikirannya dalam kesempatan ramah tamah dan makan siang ini seolah melihat sisi lain seorang Boediono. Kesederhanaan dan kebersahajaan serta pemaparannya yang lugas tentang nilai nilai kebaikan yang universal  membuatnya terlihat seperti Stephen Covey atau Jalaludin Rakhmat (HA/ZA/DK/YL/DY)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=503&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/07/13/lunch-bareng-kandidat-ri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/07/ri22.png" medium="image">
			<media:title type="html">ri22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/07/ri21.png" medium="image">
			<media:title type="html">ri21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>one of interesting day</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/21/one-of-interesting-day/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/21/one-of-interesting-day/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[appraisal]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>
		<category><![CDATA[performance appraisal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;i am your bos, this is your performance review day, not our performance review as a team&#8221; &#8212; Hilal on Devil Mode &#8211; One of the interesting day for a <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/21/one-of-interesting-day/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=395&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;i am your bos, this is your performance review day, not our performance review as a team&#8221; &#8212; Hilal on Devil Mode &#8211;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-396" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/performance.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" />One of the interesting day for a year during my works is &#8212; &#8220;<em>performance appraisal day</em>&#8221; &#8211;, interesting dengan segala artinya, mulai dari exciting sekaligus boring, dari funny sampai nightmare.Dari &#8220;let&#8217;s discuss and figure out&#8221; sampai &#8220;i don&#8217;t care&#8221;</p>
<p>Menilai atau dinilai adalah sebuah pekerjaan yang sulit karena melibatkan dua kepala. Dua kepala dengan dua kepentingan yang berbeda. Dua kepala dengan sudut pandang yang berbeda. Dua mind set, dua perspektif dan dua paradigma yang tidak sama. Dua kepala yang berusaha obyektif di atas subyektifitas !</p>
<p>Subyektif dan bisa sangat bias, kadangkala dinilai melebihi aktual performance, kadang kala dibawah aktual performance, atau unfortunately hanya dinilai biasa biasa saja &#8211;average&#8211; karena minimnya informasi yang dimiliki atasan.</p>
<p>Atasan tentu saja akan mendiskusikan dan melihat sisi mana dari sub-ordinat nya yang harus diimprove, sementara bawahan akan fokus pada hal hal penting &#8220;menurut ukurannya&#8221; semisal kompensasi dan perbaikan karir. Atasan akan melihat pada missed opportunities, skill yang perlu diimprove atau masalah koordinasi interpersonal yang perlu diperbaiki sementara bawahan mungkin akan berusaha sedapat mungkin untuk mendapatkan nilai terbaik yang bisa dinegosiasikan supaya mendapatkan bonus yang juga lumayan.</p>
<p>Well, mengawinkan dua kepala yang berbeda ini adalah seni. Saya sebagai orang yang dinilai seringkali skeptis dengan mekanisme penilaian yang seperti ini, bayangkan, Manager saya punya standar kelayakan yang berbeda dengan manager yang lain, VP saya akan punya standar yang berbeda dengan VP yang lain, &#8220;Good&#8221; in my site is different with &#8220;Good&#8221; in other site. &#8220;Very Good&#8221; in my job most often will be different with &#8220;Very Good&#8221; compare to other Job Value. </p>
<p>Satu hal aneh lainnya mengenai teamwork. Bukankah teamwork yang baik adalah team yang bisa saling bekerja sama ? Bagaimana mungkin kita bisa menilai jelek team kita tanpa sedikitpun kita berpikir bahwa kita juga menyebabkan kejelekan tersebut ? Bukankan sebagai superordinat kita harus melakukan couching, counseling, giving a clear guidance and working as a team ? &#8220;We are a good team, let&#8217;s work together&#8221;, suddenly those term are gone during performance review. Seolah olah performance yang jelek adalah semata mata kesalahan bawahan. No more teamwork during performance review!! so sad !!</p>
<p>Coba tebak, berapa banyak orang yang performance nya naik setelah annual performance appraisal ? apakah atasan atau bawahan benar benar melakukan semua hasil diskusi yang didapat during performance appraisal ? it&#8217;s just the matter of giving a score !! Sangat sedikit saya kira yang benar benar melaksanakan apa yang didiskusikan selama penilaian, diskusi dan session feedback berlangsung. Tidak salah kalau pada akhirnya performance appraisal hanya menjadi wasting time and wasting paper. Belum lagi jika performance appraisal kaku dan berpegang pada standard bahwa bagaimanapun sebuah kelompok itu harus terdistribusi secara normal pada curve Poor-Fair&#8211;Good&#8211;Very Good-Excellence. Sedikit saja curve ini terlihat aneh, pasti akan ada normalisasi. Bagaimana jika group yang dinilai memang group unggulan ? It&#8217;s totally interesting and full of art !</p>
<p>Pada akhirnya, performance review biasanya hanya akan menjadi ajang dimana sebagian besar Bawahan datang dengan over expectation, pulang dengan sedikit kurang puas atau bahkan kecewa, dan sebagian Atasan berubah menjadi devil <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Ya mudah mudahan bukan kita. Aamiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=395&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/21/one-of-interesting-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/performance.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>breaking the limit</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/14/breaking-the-limit/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/14/breaking-the-limit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 03:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[limit]]></category>
		<category><![CDATA[potential]]></category>
		<category><![CDATA[unlimited]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[“using no way as a way, using no limitations as a limitation.” &#8212; Bruce Lee &#8211; Pernahkah &#8212; saya rasa sering &#8212; kita mendengar, atau bahkan berpikir seseorang yang belum <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/14/breaking-the-limit/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=372&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“using no way as a way, using no limitations as a limitation.” &#8212; Bruce Lee &#8211;</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-373" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/nolimit2.jpg?w=450" alt=""   />Pernahkah &#8212; saya rasa sering &#8212; kita mendengar, atau bahkan berpikir seseorang yang belum melakukan sesuatu tapi sudah menyerah dulu ? dengan kata kata &#8220;ah saya tidak bisa, itu diluar kemampuan saya, saya belum pernah mempelajarinya, itu tidak mungkin&#8221; dan banyak lagi. Tentu saja kita sudah tahu hasilnya , alih alih berhasil, mencoba saja sudah tidak berani.</p>
<p>Sering secara tidak sadar kita memberikan limitasi sendiri pada diri kita, kita mengunci diri kita sendiri pada garis batas yang kita buat sendiri, padahal sangat mungkin &#8211;bahkan hampir bisa dipastikan&#8211; batas yang kita miliki jauh melibihi pikiran kita, jauh melampaui perkiraan kita. Tidak ada batas seperti itu, itu hanya kesimpulan yang secara tidak sadar membelenggu kita. Kita hanya takut dan malas saja untuk sedikit saja berani melampaui batas yang kita buat sendiri dan menghancurkan belenggu di pikiran kita.</p>
<p>I CAN, YOU CAN, WE CAN is million times better than IQ. Spirit &#8220;I CAN&#8221; seharusnya menjadi spirit kita untuk menembus batas, breaking the limit, seperti langit, sky limit, bukankah langit &#8220;tidak memiliki batasan&#8221; ? seperti itulah seharusnya kita membatasi diri kita, our limit is &#8220;no limit&#8221;, our border is &#8220;borderless&#8221;. Kita adalah ciptaan Tuhan yang maha sempurna, yang meciptakan kita dengan kesempurnaan, kita harus respect for God creation, otak kita adalah mu&#8217;jizat paling sempurna yang diberikan Tuhan pada kita. Jika kita percaya pada Tuhan, percaya pada potensi diri kita yang sangat besar, bisa melakukan empowerment dan utilize our network, maka rasanya tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya bisa kita lakukan !</p>
<p>Suatu ketika, ketika rekan rekan Sales meminta akses ke database Sales, saya memberikan account dengan password yang sangat inspiring, passwordnya &#8220;BreakingTheFear&#8221;, bagaimanapun, Sales target can be achieved hanya jika kita berani menembus &#8220;Crowd&#8221; dan &#8220;Competition&#8221;. Banyak sekali kompetitor, banyak sekali tipudaya dan jebakan jebakan yang terjadi di pasar, ketika melakukan distribusi, memberikan insentif yang tepat sebagai stimulus, entertaint partner dan chalanges yang lain. Maka saya memilih password &#8220;BreakingTheFear&#8221;  sebagai spirit buat mereka !! And it works. Setiap mereka tidak achieve target, merasa penat , letih dan sebagainya, kata kata ini menjadi salah satu kunci dan sumber inspirasi untuk menumbuhkan semangat baru.</p>
<p>Ketika rekan rekan di CRM (Customer Relationship Management) meminta akses database serupa untuk profile pelanggan, saya memberikan password yang juga unik kepada mereka, passwordnya &#8220;WouldYouRecommendEsia&#8221; Bagaimanapun, ultimate goal dari proses retensi, satisfaction dan loyalty harus berujung kepada sebuah aktifitas di mana customer harus menjadi affiliate marketing kita,menjadi extension dan perpanjangan tangan marketer dan sales force.  Ujung loyalitas dan kepuasan pelanggan seharusnya happy ending, yaitu membuat mereka merekomendasikan Esia kepada relatives dan network serta komunitas yang mereka miliki. Menjadi REFERRER !!. Agent dan all the staff yang responsible di CRM juga harus punya spirit ini, yaitu &#8220;Would I &#8211;with all confident and convinience &#8212; are brave and strong enough to recommend Esia to our customer ? to our family, to our friends ? , ini bukan password yang saya buat secara main main, ada ultimate goal, ada spirit untuk breaking the limit, ada semangat untuk unlock our potential to achieve maximum result !!. Setiap mereka login, saya berharap mereka tidak hanya bekerja seperti robot, based on KPI, based on SLA, but beyond that border, beyond that limit, they have to explore and exploit all their abilities and competencies to make their Customer recommending others people to use Esia !!</p>
<p>Banyak orang melihat KPI sebagai sebuah batas atas yang harus mereka raih, saya pikir kita harus melihatnya dengan cara yang lain. KPI sebenarnya adalah batas terburuk yang harus kita raih. Kita harus bisa melebihinya. Achieving KPI is good, but GOOD is not enough if BETTER is possible and can be achieved. Ordinary dan average people biasanya bekerja hanya untuk mencapai KPI. Sementara outstanding and supertypical people looking beyond that value, more than the limi written on their KPI !</p>
<p>Well, suatu ketika saya diminta HRD Bakrie Telecom untuk melakukan sharing knowledge dan membedah sebuah buku, audiencenya bukan hanya rekan rekan IT, yang harus saya bahas juga bukan dunia saya, yaitu dunia IT, tapi dunia yang lain, dengan audience yang beragam, jabatan beragam, dan fungsi organisasi yang berbeda, sebuah tantangan yang menguji nyali saya, sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, tapi saya sangat excited dan menerima tantangan tersebut, I HAVE TO BRAKE my limit, saya memang orang IT, tapi siapa bilang saya tidak bisa berbicara kepada orang yang bukan berlatar belakang IT ? siapa bilang saya tidak berani berbicara sesuatu di luar IT ? , dan jadilah, seminggu saya tidak bisa tidur !!, seminggu lamanya saya menamatkan buku yang berjudul &#8220;It&#8217;s not the big that eat the small, it&#8217;s the fast that eat the slow &#8221; !!, &#8212; jangan tertawa&#8211; sebelum saya membaca buku itu, saya menamatkan dulus ebuah buku yang berjudul &#8220;seni berbicara di depan umum&#8221; karya Larry King <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  3 hari lamanya, dan tetap saja saya nervous ketika berdiri di depan mereka, tapi saya berhasil melalui nya dengan sangat baik. Saya sangat puas dengan keberanian saya sendiri. I can breake my limit !! I can break my fear !! Alhamdulillah!</p>
<p>Bulan April 2008, saya ditelpon seseorang dari Singapore, saya diminta menjadi Panelis selama 45 menit dan menjadi speaker untuk memberikan presentasi Bakrie Telecom Case Studies selama 1 jam, dalam forum Billing and Revenue Assurance Summit 2008 di Singapore, audience nya ? jangan tanya, tentu saja para bule, i have to speak and present in English !!. Lagi lagi sesuatu yang belum pernah saya lakukan, saya layak untuk menolak tawaran tersebut !!, tapi lagi lagi adrenalin dan semangat tempur saya yang berbicara !! saya harus bisa, ini kesempatan, this is a good opportunity. Dan saya menerimanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan kaki saya terasa berat melangkah, penuh ketakutan, nervous, tapi lagi lagi saya sangat tertantang untuk mengalahkan diri saya sendiri, saya melakukannya !! I can break this limit, i am unlimited, I CAN !!, dan saya bisa melaluinya juga dengan baik. Alhamdulillah.</p>
<p>Yang terakhir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  apakah anda sudah membaca posting saya tentang Layanan Terbaru Esia Hai-5?, judulnya &#8220;<a title="Hai 5" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/12/hanya-rp-2000-untuk-discount-25-selama-setahun/" target="_blank">Hanya rp 2000 untuk discount 25 % selama setahun&#8221;</a> , dan coba baca bagaimana saya meresponse komentar komentar yang ada di sana. Well, cukup susah ternyata menjadi blogger, dalam response response terhadap tulisan saya itu, saya harus bermetamorfosis menjadi seorang Marketer, menjelma menjadi seorang Sales, mengenakan Action Mask sebagai seorang PR (Corporate Communication), dan encapsulate all my IT knowledge dalam bungkus Public Speaking trough Writing yang harus keluar &#8212; out of the box &#8212; dari jiwa IT saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . It&#8217;s really exciting, saya harus berpikir dan berusaha keras untuk align my IT skill with HR communication, Marketing campaign and Sales offering <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; menurut saya pribadi &#8212; dahsyat &#8212; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  I can breake my Limit.  Alhamdulillah.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-374" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/nolimit.jpg?w=450" alt=""   />Jadi rekan rekan sekalian, para blogger tercinta, unlock your limit, unleash our potential, breake our limit !! </p>
<p>If we believe in GOD, confidence with our self, and can utilize our network, we are unlimited !! Fly high, touch the sky !!</p>
<p>I CAN, YOU CAN, WE CAN !! , is million times better than IQ <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>“Don&#8217;t believe what your eyes are telling you. All they show is limitation. Look with your understanding, find out what you already know, and you&#8217;ll see the way to fly.”  &#8211; Richard Bach &#8211;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=372&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/14/breaking-the-limit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/nolimit2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/nolimit.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Self Esteem</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/12/self-esteem/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/12/self-esteem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[respect]]></category>
		<category><![CDATA[self-esteem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[“Love yourself, for if you don&#8217;t, how can you expect anybody else to love you?” &#8212; unknown &#8211; Suatu ketika, anak kedua saya &#8212; Dimas&#8211;, yang masih berumur 2 tahun, <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/12/self-esteem/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=344&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“Love yourself, for if you don&#8217;t, how can you expect anybody else to love you?” &#8212; unknown &#8211;</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-345" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/esteem.jpg?w=450" alt=""   />Suatu ketika, anak kedua saya &#8212; Dimas&#8211;, yang masih berumur 2 tahun, berkata pada saya di telepon &#8212; dengan bahasa dan intonasi yang sangat lucu tentu saja, mengingat dia baru bisa bicara&#8211;, &#8220;baah, ada permen, habiss, buat babahh&#8221;, maksudnya, Dimas punya permen, dia sudah ambil, tapi dia sisakan untuk saya. Ketika saya bertemu dengannya di rumah, dia memberikan permen mentos satu bungkus, untuk saya, sudah termakan 1 biji untuknya. Sambil duduk supaya tinggi saya sama dengan tingginya, saya memandang matanya dan memegangi bahunya, &#8220;terimakasih ya dimass, muuach&#8221;, saya cium pipinya. Tapi ada satu hal yang lupa saya lakukan, sampai istri saya menyadarkan saat itu juga, istri saya bilang &#8220;diterima dong bah permennya&#8221;, dan saya langsung mengambil permennya, &#8220;terimakasih ya adeeek&#8221;, saya menerima pemberiannya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sore, 11 January 2009, sekitar jam 2.00, Dimas menemukan mainan lamanya, mobil mobilan yang memiliki kunci untuk dimainkan. Butuh sedikit tenaga untuk memasukkan kuncinya dan butuh cara yang sedikit unik untuk memainkannya. Dimas bilang &#8212; masih dengan intonasi yang sangat lucu &#8212; &#8220;bah, gi ma na baaah&#8221; &#8212; katanya sambil matanya berbinar melihat saya, ahhh, rupanya dia ingin tahu bagaimana caranya, lalu saya tunjukkan caranya &#8212; ingat , dengan bahasa yang lugas , tidak cadel &#8211;, dan huplaaaa .. luar biasa, 3-4 kali mencoba dia sudah bisa, saya sangat ta&#8217;jub dan saya bertepuk tangan dan mata saya berbinar binar, &#8220;horeeee adik hebatt, adik pintar&#8221;. Dan begitulah, dia melakukannya terus, dan setiap kali berhasil pasti dia bilang &#8220;bah, adik bicaaa(read:bisa) bahhh&#8221; .</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>Begitu juga, hari dan waktu yang sama, Icha, yang sudah 6 tahun, bermain dengan block think fun. Permainan menata kotak kotak plastik menjadi bentuk bentuk yang sesuai dengan bentuk dikartu. Ada 7 block dengan bentuk yang berbeda beda. Cukup sulit, dan setiap icha bisa membuat bentuk yang sesuai, saya memujinya &#8220;wah, kakak hebat&#8221;. Dan hari ini, saking senangnya, Icha ingin membawa Edu game nya ke sekolah. </p>
<p>******************************</p>
<p><em>Self-Esteem</em>, itulah yang ingin saya <em>share</em> dari cerita di atas, memberikan pujian kepada anak ketika mereka berhasil melakukan sesuatu akan membuat penghargaan anak kepada dirinya sendiri menjadi tinggi, membuat mereka <em>confidence</em> atas diri mereka sendiri, dan bisa mencintai diri mereka sendiri. Dan penghargaan yang saya berikan dengan tidak berbasa basi adalah bentuk <em>respect</em> yang sangat membantu tumbuh kembang jiwa mereka, saya sangat meyakininya !</p>
<p>Tapi bukan hanya anak anak, ketika team saya di kantor berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan, biasanya saya akan memberikan pujian kepada mereka, dan membroadcast hasil pekerjaan mereka ke semua team yang ada. Ini adalah bentuk recognition dan rewarding yang &#8212; murah &#8212; tapi sangat esential. Bagaimanapun , penghargaan yang meningkatkan self-esteem adalah <em>basic human need, </em>selain kebutuhan fisik, keamanan, keselamatan, <em>financial</em> dan lain sebagainya.</p>
<p>Kebutuhan untuk dihargai menjadi stimulus yang sangat baik dan menjadi syarat bagi self-actualization, aktualisasi diri. Orang tidak akan bisa memiliki self-actualization jika tidak memiliki self-esteem. Dan menumbuhkan self-esteem adalah tanggung jawab saya sebagai ayah pada anak anak saya, dan tanggung jawab saya sebagai super ordinat dari sub ordinat saya.</p>
<p><a href="http://thesaurus.reference.com/search?q=self-esteem" target="_blank">Self-Esteem</a> , anda bisa mengatakan juga self-assurance, atau self-respect merupakan konsep diri atau keadaan di mana kita sangat menghargai diri kita, bahwa kita sangat bernilai, kita <em>competent</em>, dan kita punya eksistensi yang seharusnya diperhitungkan. Tentu saja bukan Narscissism yang merupakan bentuk <em>self-love</em> yang sangat keterlaluan dan excessive,  apalagi rasa rendah diri (<em>inferior personality disorder</em>).  Self-Esteem adalah stabilitas emosi dan kepercayaan bahwa diri kita punya <em>dignity</em>, <em>competent</em> , <em>deserve</em> dan <em>worth</em>.</p>
<p>Saya sangat percaya, jika ingin anak anak atau keluarga kita tumbuh dan menghargai diri mereka sendiri, cobalah selalu memberikan penghargaan yang tulus, berikan respect.  Dan respect akan tumbuh dengan ketulusan jika kita bisa berpikir bahwa apa yang mereka lakukan memang layak dihargai, bahwa mereka bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik dari kita, dan belum tentu kita bisa melakukan sebaik mereka !. Adalah sebuah keajaiban bahwa anak anak kecil bisa belajar dengan cepat dan mengerti dengan cepat apa yang bisa kita ajarkan !</p>
<p>Sekarang, pertanyaannya, apakah kita bisa memberikan penghargaan kepada orang lain dan menumbukan self-esteem dan self-respect kepada orang lain jika kita sendiri belum memilikinya ?, saya tidak akan menjawabnya disini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  mudah mudahan ini bisa jadi PR buat kita semua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; walau sebenarnya saya sudah memberikan jawabannya di posting ini jika anda jeli <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8211;</p>
<p>Peace !! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=344&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/12/self-esteem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/esteem.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>simplicity</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/07/simplicity/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/07/simplicity/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[complex]]></category>
		<category><![CDATA[simple]]></category>
		<category><![CDATA[simplicity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Simplicity is the ultimate sophistication.&#8221; — Leonardo da Vinci (1452–1519) Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berdikusi lewat email, bahwa sudah menjadi insting dan basic need setiap manusia kalau mereka <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/07/simplicity/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=332&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Simplicity is the ultimate sophistication.&#8221; — Leonardo da Vinci (1452–1519)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-333" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/mudah.jpg?w=450" alt=""   />Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berdikusi lewat email, bahwa sudah menjadi insting dan basic need setiap manusia kalau mereka <em>tend to choose simplicity,</em> atau secara implisit <em>avoiding complex thing</em>, terutama para pengguna akhir(end user) sebuah layanan atau goods. Simplicity dalam hal fullfilment(pemesanan, pengadaan), assurance (penggunaaan) dan billing (pembayaran). </p>
<p>Jika ada 2 layanan yang sama, dengan kualitas yang serupa, dan harga yang sama sama kompetitif dan affordable, orang pasti akan memilih layanan/product yang lebih simple.  Itulah kenapa Albert Einstein pernah mengatakan bahwa <em>&#8220;Things should be made as simple as possible, but not simpler.&#8221;</em> . Segala sesuatu harus dibuat dengan semudah mungkin tapi tentu saja bukan sesuatu yang asal asalan.</p>
<p>People tend to choose simplicity on top of flexibility, on top of rich fitur, on top of maximum benefit and minimum means. Bayangkanlah betapa sulitnya jika tidak ada ATM, susahnya kalau kita harus hilir mudik mengganti channel di televisi jika tidak ada remote, atau harus bersusah payah minum butiran butiran obat jika tidak dibungkus kapsul.</p>
<p>Simplicity harus menjadi &#8220;kata kata sakti&#8221; untuk para marketer, seller, product developer, programmer, engineer atau siapapun yang akan menjual pekerjaan/jasanya. Salah satu cara untuk <em>acquire</em> dan <em>retain customer</em> adalah dengan <em>offering simplicity on top of flexibility, rich fitur and maximum benefit with minimum means</em>. Dengan tanpa mengenyampingkan faktor lain semisal harga, kualitas dan pelayanan.</p>
<p>T-cash, Flash Tsel, Flash BCA, Blackberry, jasa pesan antar (delivery) Pizza Hut, McDonalds, Esia 91001234 dsb semuanya offering simplicity dan menjadi magnet tersendiri .</p>
<p>Tapi ? kenapa saya repot repot mencamtumkan kata kata Leonardo Da Vinci &#8212; &#8220;<em>Simplicity is the ultimate sophistication&#8221;</em> &#8212; di awal posting ini ? , bukankah terkesan ada ambiguitas ? sebenarnya tidak. Dunia ini selalu terdiri dari dua hal yang berlawanan dan seolah olah saling menegasikan, hitam putih, atas bawah, kanan kiri, tengah tepi dans ebagainya. Segala sesuatu yang terlihat sangat mudah dipermukaan (interface, outlook, body) biasanya akan sangat kompleks dan sophisticated dibagian bawahnya atau di bagian dalamnya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-334" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/perfect.jpg?w=450" alt=""   />Mari kita lihat simplifikasi yang paling sempurna <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Wajah manusia yang cantik, tampan, manis, cute, babyface atau apapun, sebenarnya adalah bungkus/chasing yang menutupi tengkorak, dan didalam tengkorak ada otak, ada syaraf, otot dan sebagainya yang bekerja terus menerus dan sangat sangat kompleks !!, kompleksitas ini menawarkan hasil yang sempurna dipermukaan, manusia bisa dengan sangat mudah melakukan apapun, berekspresi, kita dengan mudah melihat senyum seseorang, kerlingan mata, gerakan mulit tanpa harus melihat kompleksitas bagaimana semua elemen itu bekerja dan saling bereaksi !! </p>
<p>Simplicity yang benar adalah simplicity yang enscapsulating complexity. Kemudahan harus menjadi interface yang menyembukan kompleksitas. Kemudahan harus menjadi bungkus dari sebuah kerumitan. Kita tidak pernah pusing memikirkan apa yang terjadi ketika kita menginjak gas, menyalakan lampu mobil, menekan tombol remote, mengirim sms, menelpon, mengirim email, apakah kita memikirkan kerumitannya ? jarang atau bahkan tidak pernah !!, yang kita peduli bagaimana kita bisa menggunakan dan mendapatkan manfaat sesuai yang kita inginkan. Semudah mungkin, sedikit saja merepotkan , orang akan dengan mudah mengatakan &#8212; cape deeehhhh &#8212;</p>
<p>Ya, untuk konsumen, kemudahan adalah kebutuhan yang sangat mendasar, dan untuk mereka yang menjadi provider, penyedia jasa dan konsumer good, tentu harus bersusah payah, membuat sesuatu yang rumit untuk menghasilkan kemudahan. Kuncinya sederhana, jika anda membuat sesuatu dengan sangat mudah, biasanya yang menggunakan hasil apa yang kita buat akan mengalami kesulitan, tapi jika membuat segala sesuatunya dengan sangat sulit, kompleks, fleksibel, maka hampir bisa dipastikan, pengguna akan mendapatkan kemudahan. </p>
<p>Facebook !!, Blog !!, contoh lain dari Simplicity on top of Complexcity. Facebook sangat mudah digunakan, sangat ramah pada para pemasang iklan, tapi dalam kacamata developer, Facebook adalah seni bagaimana membuat dan membangun sebuah applikasi. Sangat kompleks <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Demikian juga blogging, orang tidak perlu lagi repot repot seperti dulu belajar html, java script, css, konsep hosting, setting domain secara mendalam  hanya untuk menulis di web. Dengan kompleksitas web 2.0 yang menawarkan kemudahan, orang tinggal berselancar internet, membuat account, dan mulai menulis !!! nothing else. Very simple !! Dan tentu saja, snow ball effect dari kemudahan ini , orang yang menggunakannya menjadi lebih efektif dan produktif <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi ? kalau banyak orang yang suka dengan rumah minimalis, ada orang yang menganut konsep simply living, ya mari kita juga sama sama menganut konsep memberikan kemudahan pada pengguna jasa kita, pada pelanggan kita, dan memberikan appresiasi kepada siapapun, produk apapun yang telah dengan sangat baik menawarkan simplicity.</p>
<p>Remember this word : <a title="KISS Principle from WIKIPEDIA" href="http://en.wikipedia.org/wiki/KISS_principle" target="_blank">KISS</a></p>
<blockquote><p>Keep it Simple, Stupid<br />
Keep it Simple &amp; Stupid<br />
Keep it Small &amp; Simple<br />
Keep it Sweet &amp; Simple<br />
Keep it Simple &amp; Straightforward<br />
Keep it Short &amp; Simple<br />
Keep it Simple &amp; Smart<br />
Keep it Strictly Simple<br />
Keep it Speckless &amp; Sane<br />
Keep It Super-Simple<br />
Keep it Sober &amp; Significant<br />
Keep It simple&amp; Smile</p></blockquote>
<p>&#8220;Simplicity is the ultimate sophistication.&#8221; — <a title="Leonardo da Vinci" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci">Leonardo da Vinci </a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=332&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/07/simplicity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/mudah.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/perfect.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>multiple intelligence</title>
		<link>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/03/multiple-intelligence/</link>
		<comments>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/03/multiple-intelligence/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 12:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hilal Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[multiple intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichadimas.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Some people unable to go to school were more educated and even more intelligent than college professors&#8221;,  &#8211; Maya Angelou &#8211; &#8220;Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih <a class="more" href="http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/03/multiple-intelligence/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=309&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Some people unable to go to school were more educated and even more intelligent than college professors&#8221;,  &#8211; Maya Angelou &#8211;</p>
<p>&#8220;<span style="text-decoration:underline;">Sebenarnya tidak tepat istilah bodoh dan pintar, yang lebih tepat sebenarnya adalah orang orang yang menonjol dibidangnya, sesuai dengan potensinya</span>&#8220;, saya sempat mengatakan ini ketika saya &#8211;jagongan/mertamu&#8211; ke tempat kawan kawan di cileungsi kemarin, tepat tanggal 1 januari 2009, sekitar jam 11 siang, maklum kami semua bapak bapak, jadilah salah satu topic pembicaraan kami tentang anak anak kami. Mulai dari kecerdasan, potensi leadership yang mulai terlihat, kenakalan&#8211;atau saya menyebutnya cara anak untuk menarik perhatian dan berbeda &#8211;, cara mendidik dan sebagainya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-310" src="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/intell.jpg?w=450" alt=""   />Baik, saya ingin berbagi pandangan saya tentang kecerdasan, tentang intelligence. Kenapa saya bisa bilang bahwa pada dasarnya tidak ada anak pintar dan bodoh, yang ada adalah anak yang menonjol pada karakter dan potensi kecerdasannya masing masing. Ada Albert Einstein yang sangat logis dan matematis, ada Bethoven yang sangat musical, ada Ronaldo yang sangat bodikal kinestetis, ada MichaelAngelo yang sangat visual/natural, semuanya menonjol dalam bidang masing masing, tidak mudah kita menjustifikasi bahwa Sthepen Hawking lebih cerdas dari Beckham, atau Bill Gates yang tidak pernah lulus itu lebih cerdas dari Megawati. Semuanya cerdas dalam bidangnya masing masing, tentu saja jika kita sepakat bahwa kecerdasan tidak diukur dari IQ. Atau kita tidak mengukurnya &#8211;hanya&#8211; dari kemampuan otak kiri, logikal matematikal semata. </p>
<p>Kecerdasan, sebagaimana dikemukakan oleh <a title="Howard Gartner on Multiple Intelligence" href="http://www.howardgardner.com/" target="_blank">Howard Gartner</a> dalam teori <a title="Multiple Intelligence" href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/" target="_blank">Multiple Intelligence</a>, bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, ability to create or offering a valuable services dalam suatu kebudayaan masyarakat. Singkatnya, semua kemampuan yang bisa menciptakan nilai baru&#8211;value&#8211;, memnerikan jalan keluar untuk memecahkan masalah dan berguna bagi masyarakat adalah sebuah kecerdasan ! Apapun itu, apakah berguna karena daya pikat seni, sastra, kemampuan analisa, ekspertis on mathematic, physic, astronomi, kesehatan, olahraga , whatever it is !!</p>
<p>Bulan November 2008 yang lalu, saya meminta 38 orang team saya untuk melakukan <a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/" target="_blank">multiple intelligence test</a> , dan hasilnya saya consolidate dalam archive folder saya, objective saya sederhana, dengan mengetahui potensi kecerdasan tiap orang, paling tidak saya bisa memetakan potensi tiap orang dan mapping to their matched function. Mengetahui potensi kecerdasan juga akan membantu saya dalam melakukan personal approach terhadap mereka. Anda tahu kan ? people is the most potential and is the primary asset compare to process and technology. Sebagus apapun kita membuat dan membakukan sebuah proses, sehebat apapun tekhnologi yang kita adopsi, tetap saja hanya akan efektif jika the people behind it is the appropriate people !!, itulah kenapa saya merasa perlu untuk meminta ke-38 team saya untuk melakukan test tersebut. </p>
<p>Lebih lanjut tentang Multiple Intelligence yang being developed and founded tahun 1983, Howard Gardner memberikan 7 klasifikasi tentang jenis jenis kecerdasan, yaitu :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/verbal-linguistic/" target="_blank">Verbal/Linguistic</a><br />
[William Shakespeare, Emily Dickinson]<br />
Kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, dan secara natural sangat baik dalam hal menulis, berbicara dan mengingat bahasa, memiliki kemampuan untuk mengajar&#8211;teaching&#8211; atau berbagi&#8211;sharing&#8211; kepada orang lain, bisa mencermati kesalahan grammer, dan sangat suka dengan istilah istilah yang &#8220;fancy&#8221;, sangat berpotensi untuk menjadi dosen, guru, writer, editor, public speaker, atau jurnalist. Saya tipikal ini, suka menulis, share something, dan suka sama &#8220;fancy word&#8221;, begitu juga istri saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/logical-mathematical/" target="_blank">Logical-Matematical<br />
</a>[Sthephen Hawking, Isaac Newton]<br />
Abstract thinker, abstract logic dan sangat reasonable, punya kemampuan yang sangat baik dalam hal menganalisa dan melakukan investigasi, maupun research. Sangat mudah melakukan perhitungan matematika di kepalanya, jagoan dalam strategy games, have a &#8220;mind like computer&#8221; !!, sangat berpotensi dan pas untuk menjadi scientist, mathmematician, pengacara, jaksa, financial planner, programmer dan researcher. Istri saya punya skor 95% dalam kecerdasan ini, no wonder, she is very logic !!<br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/visual-spatial/" target="_blank">Visual/Spatial<br />
</a>[Michaelangelo, Buckminster Fuller]<br />
Orang yang sangat artistik, aware dan sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarnya, bisa mengingat gambar dengan mudah, suka menggambar, melukis, sangat baik dan cepat belajar melalui gambar dan visualisasi, suka main puzzle <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , cocok untuk jadi designer, architect, artist, atau photographer. Saya jadi tahu kenapa istri saya suka menggambar, les manga, dan suka bikin kristik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  karena dia punya potensi tinggi dalam kecerdasan ini.<br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/bodily-kinesthetic/" target="_blank">Bodily/Kinestetic<br />
</a>[Muhammad Ali, Nadal, Zidane]<br />
Love movement, suka beraktivitas, sangat motorik, enjoying sport atau dance, fit, dan sangat aktif, learning by doing, loving outbound/outdoor activities, berpotensi besar untuk berkarir sebagai atlit, dancer, mechanic, performer, builder atau gardener <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/musical/" target="_blank">Musical<br />
</a>[Mozart, Vivaldi]<br />
Sangat menyukai musik, bisa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ritme&#8211;rhythm&#8211; dan komposisi, having a &#8220;good ear&#8221; of music, dan suka mengingat sesuatu dengan cara mengasosiakannya dengan lagu, music dan rhythm, mudah menghapal lagu, akan sangat perform ketika menjadi musician, songwriter, singer, composer, conductor, atau music director.<br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/interpersonal/" target="_blank">Interpersonal<br />
</a>[Mandella, Mahatma Gandhi, Elizabeth I]<br />
Suka berkomunikasi dengan orang lain dan biasanya growing dalam interaksi sosial, bisa mengerti orang dengan baik, have a very good teamwork, loving dialogs, empati, menyukai aktivitas sosial, having so many friends, kooperatif, dan sensitif terhadap mood orang lain, punya potensi yang bagus sebagai leader, manager, diplomat, counselor, coach atau baby sitter :p<br />
 </li>
<li><a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/intrapersonal/" target="_blank">Intrapersonal<br />
</a>[Theresa, Thich Nhat Hanh]<br />
Suka berbicara dengan batinnya sendiri, self aware, suka berinstropeksi diri, intuitive, dan biasanya introvert. Selalu mencari kebijaksaan&#8211;wisdom&#8211; dan understanding, prefers working alone, independent, suka menghabiskan waktu dengan berpikir dan melakukan refleksi, akan perform ketika melakukan aktivitas sebagai psikolog, writer, philosopher, atau teolog. </li>
</ul>
<p>Well, bagaimanapun ini adalah teori, it has yet to be proven that intelligence has any survival value &#8230;.<br />
Jika tertarik silahkan melakukan<a href="http://www.mypersonality.info/multiple-intelligences/" target="_blank"> multiple intelligence  test</a>, tapi harus jujur, supaya kita tahu kecerdasan kita di mana dan kita bisa memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin !! Dan semoga ini bisa merubah paradigma kita semua tentang kecerdasan !!. Everyone having theirown right to be intelligent !! Sebagai dukun bayi, sebagai akupuntur, sebagai konsultan, sebagai enterprenur, atlit, dosen, manager, CEO , pedagang, pemimpin pergerakan &#8230; anything !!</p>
<p>Steve Job cannot compared to Yusuf Qaradhawi, Megawati to Gede Prama, Barrack Obama to Agnes Monica, or Chris John to Tukul Arwana, mereka cerdas dalam kemampuannya masing masing, dalam istilah Martin Luther King &#8212; menjadi Tukang Sapu terbaik &#8211;. Dalam konteks apapun, jadilah yang terbaik dan giving value to others !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichadimas.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichadimas.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichadimas.wordpress.com&#038;blog=4685811&#038;post=309&#038;subd=ichadimas&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/03/multiple-intelligence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/559db6e48780daae9625d77e826b0902?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">ichadimas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ichadimas.files.wordpress.com/2009/01/intell.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
